Senin, 09 Juni 2014


PERILAKU KONSUMEN


Perilaku konsumen adalah proses dan  aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasi produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.  

Pengertian perilaku konsumen dari bebrapa ahli:
  • Menurut James F. Engel,Et.Al.(1968:8) Tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.
  • Menurut Gerald Zaltman Melanie Wallendorf(1979:6 ) Tindakan,proses, dan hubungan sosial yang dilakukan individu,kelompok,dan organisasi dalam mendapatkan,menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk,pelayanan,dan sumber-sumber lainnya.
  • Menurut David L. Loudon & Albert J. Della Bitta (1984:6)Sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam proses mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang dan jasa.

Kesimpulan: merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau orang yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang jasa ekonomis yang dapat di pengaruhi konsumen.

Hierarki Kebutuhan menurut teori “Abraham Maslow”
  1. Kebutuuhan fisiologis (kebutuhan akan makan setiap harinya)
  2. Kebutuhan rasa aman (memilih teman, memilih tempat duduk sebelum ujian berlangsung)
  3. Kebutuhan untuk merasa memiliki (menabung untuk membeli iPhone tetapi uang makan sehari-harinya dikurangi agar keinginannya bisa terwujud)
  4. Kebutuhan akan harga diri (seorang anak yang diejek dirinya adalah anak kampung lalu berusaha untuk tampil seperti layaknya anak kota)
  5. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri (politisi mengeluarkan uang triliunan untuk kampanye akan merasa hebat)


Kebutuhan Konsumen menurut “David McClelland” terdiri dari tiga macam kebutuhan: 
  1. Need for achievment, kebutuhan akan penghargaan.
  2. Need for affiliation, kebutuhan untuk merasa bersama, contohnya seorang anak remaja ketika ingin masuk kuliah rata-rata akan memilih jurusan yang sama dengan yang dipilih oleh temannya agar pada kuliah nanti bisa bersama kembali.
  3. Need for power, kebutuhan akan berkuasa, contohnya seorang senior dikampus akan marah jika junior yang lewat dihadapannya ketika lewat tidak menyapa karena dia merasa bahwa senior harus dihormati oleh junior
Motivasi Konsumen
Pengertian motivasi konsumen dari bebrapa ahli:
  • Abraham Sperling, yaitu: Motif didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk beraktivitas dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri
  • William J. Stanton, Suatu motif adalah kebutuhan yang distimulasi yang dicari oleh individu yang berorientasi pada rujukan untuk mencapai rasa puas.
  • Fillmore H. Stanford, yaitu: Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakan manusia ke arah suatu tujuan tertentu.


Teori-Teori Motivasi:
  1. Teori Insting, alasan mengapa seseorang berperilaku adalah karena adanya insting (predisposisi yang alami).Perilaku dan pikiran manusia adalah hasil dari insting yang bersifat bawaan (Mc Dougall). Teori ini kurang berkembang.
  2. Teori Drive, motivasi seseorang ditentukkan oleh kebutuhan dan kebiasaan dari pengalaman belajar yang sebelumnya.
  3. Teori Lapangan, perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu, perilaku tersebut merupakan fungsi seseorang dengan lingkungannya.
  4. Teori Prestasi dan Motif-MotIf Sosial, hahwa perilaku tidaklah hanya merupakan proses kognitif saja merupakan proses kognitif saja, tetapi juga merupakan fungsi dari lingkungan sosial.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
  • Kekuatan Budaya Sosial
  • Kekuatan Faktor Psikologis
  • Faktor Sikap dan Keyakinan
  • Konsep Diri


Total Quality Management (TQM), ialah kegiatan yang menyeluruh dalam suatu organisasi dan secara terus menerus selalu memperbaiki kualitas dari semua aktivitas yang ada di dalam organisasi.
  • Proses produksi
  • Kemampuan produksi
  • Layanan konsumen
  • Sistem dan manajemen
  • Teknologi dan informasi
  • Responsif keluhan pelanggan
  • Jaringan komunikasi

Prinsip (TQM),
  • Berfokus pada pemuasan pelanggan
  • Melakukan perbaikan berkesinambungan
  • Melibatkan seluruh potensi organisasi atau sumber daya

Total Quality Management (TQM),
  • Sistem keluhan dan saran = berorientasi pelanggan, menampung saran dan keluhan pelanggan, komunikasi dua arah secara cepat.
  • Survey kepuasan pelanggan = survey kepuasan konsumen secara berkala, meneliti kepuasan secara langsung, merespon keinginan pelanggan.
  • Belanja konsumen yang misterius = mengkaji kelemahan pokok pesaing, menguji kelebihan layanan pesaing, menggali pesaing dilapangan.
  • Analisis hilangnya pelanggan = Menghubungi pelanggan yang berhenti, menggali alasan pelanggan berhenti.



Etika Pemasaran,  beberapa uraian mengenai kode etik:
  • Tanggung  jawab pemasar
  • Tingkah laku professional pemasaran
  • Kejujuran dan keadialan
  • Hak dan kewajiban pihak-pihak dalam proses pertukaran pemasaran


Tanggung jawab Pemasar:
  1. Dalam Bidang Promosi
  2. Dalam Bidang Distrubusi
  3. Dalam Bidang Penetapan Harga
  4. Dalam Bidang Riset Pemasaran
  5. Hubungan Organisasional


Prinsip kebijakan publik terhadap pemasaran :
  • Prinsip kebebasan konsumen dan produsen
  • Prinsip mengendalikan bahaya potensial
  • Prinsip memenuhi kebutuhan dasar
  • Prinsip efisiensi ekonomis
  • Prinsip inovasi
  • Prinsip pendidikan dan informasi konsumen
  • Prinsip perlindungan konsumen




Senin, 26 Mei 2014

Riska Fatimah - 1445125836


Tugas Manajemen Pemasaran Jasa




spanduk 


brosur tampak depan


brosur tampak belakang


cover buku


cover buku

pamflet















Rabu, 21 Mei 2014

Pertemuan tanggal 20 mei 2014
Promosi
Mengembangkan dan mengelola program iklan
Periklanan (advertising) : Semua bentuk terbayar atas prestasi nonpribadi dan promosi ide, barang atau jasa oleh sponsor yang jelas.
Dalam mengembangkan program iklan, manajer perusahaan harus selalu mulai dengan mengidentifikasikan pasar sasaran dan motif pembeli, lalu menggunakan lima keputusan utama (‘lima M’)
Lima M iklan
Misi
·  Tujuan penjulan
·  Tujuan iklan
 
Uang
·  Faktor –faktor yang harus dipertimbangkan
·  Tahapan-tahapan dalam PLC pangsa pasar dan basis konsumen
·  Persaiangan dan kerumuna
·  Frekunsi iklan
·  Kemempuan penggantian produk
 
Pesan
·  Pembentukan pesan
·  Evaluasi dan pemilihan pesan
·  Pelaksana pesan
·  Review tanggung jawab sosial

 
Pengukuran
·  Dampak konsumen
·  Dampak penjualan
 
Media
·  Jangkauan, fekuensi, dampak
·  Jenis media utama
·  Sarana media khusus
·  Penetapan waktu media
·  Alokasi media geografis
 
 


















Mengembangkan dan mengelola
a.       Memntukan tujan yakni komunikasi khusus dan tingkat pencapaian yang harus dicapai dengan permisa tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Tujuan jangkauan:
·         Iklan informative
·         Iklan persuasive
·         Iklan pengingat
·         Ikaln penguat
b.      Membentuk anggaran ikaln, faktor yang pengaruhi keputusan anggarn yaitu tahap dalam siklus hidup prodak
c.       Menegmbangkan kampanye ikaln
­         Membentuk dan evaluasi pesan
Pengiklanan selalu mencari  “ide hebat” yang:
·      Menghubungkan merk dan konsumen secara rasional dan emosional
·      Membedakan merk dari pesaing dengan dengan tajam
·      Cukup luas dan flesibel untuk diterjemahkan ke dalam berbagai media, pasar dan priode waktu
­         Pengembangan kreatif dan pelaksanaan:
·      Iklan televise, dikenal sebagai media paling kuat dan terjangkau sprktrum konsumen yang luas.
·      Ikaln media cetak, dapat memberikan informasi yang rinci dan mengkomunikasikan dengan efektif
·      Ikaln radio, media flesibelitas tinggi
­         Masalah hokum dan sosial
·      Pengiklan tidak boleh membuat pernyataan salah
·      Pengiklan tidak boleh membuat iklan yang mempunyai kapitalis menipu


Memilih jenis media utama:
Varibel yang harus diperhatikan
·         Kebiasaan permisa medi sasaran
·         Karakteristik produk
·         Karakteristik pesan
·         Biaya

Alternative opsi iklan:
a.       Iklan tempat, mecakup:
­         Papan iklan
­         Ruang public, seperti pesawat terbang, arena olah raga, dalam lift kantor dan hotel
b.      Penetapan produk, yakni dalam film atau acara tivi/dalam bentuk advertorial
c.       Titik pembelian yakni ikaln took  seperti dikereta belanja, lorong dan rak

Beberapa kemungkinan ukuran pemirsa yang harus diketahui dalam proses pemilihan:
·         Sirkulasi
·         Permisa
·         Permisa efektif
·         Permisa yang terpapar iklan efektif
Memustuskan penentuan waktu dan alokasi media. Kelasifikasi pola penentuan waktu iklan:
·         Kontinuitas
·         Konsentrasi
·         Bersela
·         Berdenyut

Mengevaluasi efektivitas iklan:
·         Riset pengaruh komunikasi: perumusan menentukan apakah iklan berkomunikasi secara efektif tiga pengujian:
­         Metode umpan balik konsumen
­         Uji portofolio
­         Uji laboratorium
Promosi penjulan. Terdiri dari koleksi alat insentif yang dirancang untuk menstimulasi pembeli yang lebih cepat atau lebih besar atas produk atau jasa tertentu oelh konsumen atau perdagangan. Mencakup :
­         Promosi konsumen
­         Promosi dagang
­         Promosi bisnis dan tenaga penjualan
Keputusan dalam promosi penjualan, mencakup tahap:
­         Menetukan tujuan
­         Memilih alat promosi konsumen
­         Memilih alat promosi dagang
­         Memilih alat promosi tenaga penjualan dan bisnis
­         Mengembangkan program
Acara dan pengalaman, tujan antara lain:
­         Mengidentifikasikan pasar sasaran atau gaya hidup tertentu
­         Meningkatkan kesadaran perusahaan atau nama produk
­         Menciptakan atau memperkuat persepsi tentang asosiasi citra merk kunci
­         Memperkuat citra korporat
­         Menciptakan pengalaman
Keputusan pembelian sponsor utama, mengukur pemeberian sponsor. Metode sisi penawaran dan metode sisi permintaan.

Hubungan masyarakat:
Hubungan masayarakat (public relation): Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas adalah praktek mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi dan masyarakat. Humas dapat mencakup sebuah organisasi atau individu yang mendapatkan eksposur ke khalayak mereka menggunakan topik kepentingan publik dan berita yang tidak memerlukan pembayaran langsung. Tujuan dari hubungan masyarakat oleh perusahaan sering untuk membujuk masyarakat, investor, mitra, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempertahankan sudut pandang tertentu tentang hal itu, kepemimpinannya, produk, atau keputusan politik. Kegiatan umum termasuk berbicara di konferensi, memenangkan penghargaan industri, bekerja sama dengan pers, dan komunikasi karyawan


Minggu, 18 Mei 2014



Kuliah umum “Membangun Kewirausahaan Pendidikan"

Rabu, 14 Mei 2014 bertempat di gedung sertifikasi guru lantai 9 diadakan kuliah umum jurusan manajemen pendidikan yang bertemakan “Membangun Kewirausahaan Pendidikan” pada pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Narasumber pada kuliah umum kali ini adalah Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A. Beliau seorang Ketua Yayasan Lazuardi Hayati,  Beliau juga Direktur Utama Penerbit. Beliau ini seorang Alumni ITB dan Harvard University. Beliau pernah terpilih sebagai CEO terbaik di Indonesia pada tahun 2008.




Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A



Memperbaiki kualitas kehidupan di negeri ini adalah dengan memperbaiki pendidikan. Kita bisa menggunakan segala cara, tetapi ujung-ujungnya kalau mau benar-benar memperbaiki kondisi harus lewat pendidikan. Tidak ada sekolah yang baik kecuali setiap orang yang ada dalam lingkungan sekolah berfungsi sebagai pendidik tanpa terkecuali Office Boy sekalipun. 



Mengelola Sekolah Berkualitas
Paradigma pendidikan dan nilai-nilai pendidikan : menerapkan konsep bahwa tenaga kerja di sekolah merupakan tenaga pendidik, dan segala sesuatu yang baik benda mati maupun benda hidup merupakan sumber pendidikan. Tidak ada yang membedakan antara tenaga pendidik dengan tenaga kependidikan dan dengan tenaga kebersihan/keamanan, seluruh komponen di sekolah merupakan tenaga pendidik bagi siswa. Setiap komponen sekolah wajib memberikan teladan.

Keberhasilan pendidikan finlandia dari : 
Dukungan pemerintah tentang perbaikan pendidikan 
Adanya trust orang tua kepada dunia pendidikan
 Passioned para pendidik di dunia pendidikan
Pekerjaan guru sebagai passion : 
Tanamkan kewajiban & tanggung jawab dalam diri 
Bekerja secara profesional (sesuai keahliannya) 
Guru harus bekerja secara passion/dengan rasa cinta
Kerja sebagai passion.

Beliau juga menceritakan tentang kisah tiga tukang batu. Tukang batu pertama sedang menumpuk batu bata secara teratur. Ketika ditanya, dia menjawab "saya sedang membangun sebuah tembok.". Tukang batu yang kedua, tidak jauh dari lokasi tukang batu pertama, sedang melakukan hal yang sama. Ketika ditanya, ia menjawab "Saya sedang membangun sebuah rumah.". Tak jauh dari lokasi tersebut, ada tukang batu ketiga yang sedang melakukan hal yang sama. Ketika ditanya, ia menjawab "Saya sedang membangun rumah baru yang sederhana, yang nantinya akan ditinggali oleh keluarga baru yang bahagia dengan putra putri mereka.". "Dengan upah yang sama, terik matahari yang sama, lelah yang sama, ketiga tukang batu tersebut dijamin akan menghasilkan pekerjaan yang berbeda." tegas pak Haidar. Tukang batu yang ketiga pasti akan menghasilkan rumah yang lebih sempurna dibanding yang kedua atau yang pertama, karena ia bekerja dengan hati, bukan cuma otot dan otak saja. Begitulah pak Haidar menjelaskan, bahwa nanti sebagai calon pendidik, kita harus memiliki passion untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan berkualitas.
Paradigma, Learning and Teachers, and others. Adalah tiga (3) point yang harus di pegang.
Tujuan (aims) pendidikan menurut pembicara : mensejahterakan fisik (sandang, pangan, papan), mental dan spiritual.
21st Century Skills :
-          Kreativitas
-          Kolaborasi, dll.
Di lembaga Lazuardi, memiliki stundent profile. Agar kelak siswa dapat memiliki 21st century skills tadi.
Seorang manajer pendidikan harus dapat me-manage kelas, PSB, sistem perekrutan guru dan staff, dan lain-lainnya.

Suatu konsep yang terkait dengan upaya mencari imbalan keuangan sebesar-besarnya profesi lebih bermakna pekerjaan yang begitu dicintai sehingga orang bersedia memberikan tenaga dan perhatiannya sepenuh waktu, bahkan lebih dibanding berbagai concern kehidupan lainnya. Sayangnya, inti maknanya yakni orientasi pelayanan kepada manusia, jusru ilang di bawah dominasi konsep mengejar imbalan keuangan yang sebesar-besarnya itu.







Diakhir sesi ini Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A memberikan arahan untuk kami jika ingin membangunn jiwa kewirausahaan menurut beliau:
Jujur
Trust orang lain untuk mendapatkan trust orang lain, peduli pada orang lain
Self-convidence
Kemampuan komunikasi
Berkeinginan untuk terus belajar
Punya visi & misi
Berani bermimpi besar




Dokumentasi:












Selamat Membaca :)