Rabu, 17 Februari 2016

Minggu, 07 Desember 2014

 Pengertian Harga Pokok Penjualan
Yang dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual. Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan: 
·         Sebagai patokan untuk menentukan harga jual. 
·         Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian. 
Dalam metode periodik, catatan persediaan tidak memperlihatkan jumlah tersedia untuk dijual atau jumlah barang terjual selama periode. Untuk itu banyak perusahaan lebih menggunakan metode perpetual. Dengan metode ini, persediaan barang dagang dan harga pokok penjualan dibuat perkiraan tersendiri. Setiap pembelian dan penjualan barang dagang langsung diakui pada perkiraan persediaan barang dagang dan perkiraan harga pokok penjualan. Sehingga jumlah barang dagang tersedia untuk dijual dan jumlah terjual terus-menerus diungkapkan dalam catatan ini. Perkembangan teknologi telah banyak membantu dalam penerapan metode perpetual. Setiap jenis produk diberi kode produk dengan bar code (kode bergaris vertikal) yang akan dibaca pemindai optik dan secara otomatis, komputer akan mencatat transaksi penjualan, mendebit perkiraan harga pokok penjualan, dan meng­kredit perkiraan persediaan.
Perhitungan Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan (HPP) = persediaan awal + pembelian bersih - persediaan akhir
Berikut adalah bagan alur perhitungan yang saya buat sedemikian rupa sehingga menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami:




Penjelasan:
Dari bagan di atas jelas terlihat bahwa, alur penghitungan “Harga Pokok Penjualan” perusahaan manufaktur melalui 4 tahapan, mengikuti alur produksi, yang terdiri dari:
·                     Tahap-1. Perhitungan “Bahan Baku Yang Digunakan”
·                     Tahap-2. Perhitungan “Total Biaya Produksi”
·                     Tahap-3. Perhitungan “Harga Pokok Produksi” 
·                     Tahap-4. Pergitungan “Harga Pokok Penjualan” 


Dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan, hal yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah unsur-unsur yang membentuk HPP. Unsur-unsur yang membentuk Harga Pokok Penjualan antara lain persediaan awal, persediaan ahir, dan pembelian bersih barang dagangan. Secara lebih detail tentang unsur-unsur tersebut simaklah pembahasan berikut ini:
·         Persediaan awal Barang dagangan (initial inventory)
Persediaan awal barang dagangan merupakan persediaan barang dagangan yang tersedia pada awal suatu periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal perusahaan dagang terdapat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau laporan neraca tahun sebelumnya.
·         Persediaan ahir barang dagangan (end inventory)
Persediaan ahir barang dagangan merupakan persediaan barang-barang pada ahir suatu periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan ahir perusahaan akan diketahui dari data penyesuaian perusahaan pada ahir periode.
·         Pembelian bersih
Pembelian bersih merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan baik pembelian barang dagangan secara tunai maupun pembelian barang dagangan secara kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian tersebut serta dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi. 



Minggu, 30 November 2014

Capital Budgeting




Penganggaran investasi (capital budgeting) adalah keseluruhan aktivitas yang berupa perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat, atau suatu aktivitas investasi di mana dikeluarkan dana untuk membentuk aktiva produktif dengan harapan untuk memperoleh manfaat di waktu yang akan datang. Aktivitas proyek investasi selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan selama jangka waktu tertentu yang panjang. Setiap usul investasi harus mempunyai periode tertentu, yakni kapan proyek investasi itu dimulai dan kapan proyek investasi itu berakhir.

capacity building sebagai suatu proses yang dapat meningkatkan kemampuan seseorang, suatu organisasi atau suatu sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang dicita-citakan, Brown (2001:25) 

capacity building sebagai suatu proses untuk melakukan sesuatu, atau serangkaian gerakan, perubahan multi level di dalam individu, kelompok-kelompok, organisasi-organisasi dan sistem-sistem dalam rangka untuk memperkuat kemampuan penyesuaian individu dan organisasi sehingga dapat tanggap terhadap perubahan lingkungan yang ada Morison (2001:42) 

Payback period
Ciri dari metode penilaian ini adalah bahwa metode ini menggunakan konsep cash flow sebagai dasar perhitungannya dan tidak mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.
Dengan menggunakan metode pack back period sebagai metode penilaian berarti bahwa proyek yang paling cepat mengembalikan total investasi awal atau investasi permulaan (initial investment adalah dianggap proyek yang paling baik.
Untuk menetapkan pay back period yaitu lamanya waktu atau periode yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal dapat digunakan rumus sebagai berikut :
           
Payback period (PBP)  =  Initial investment________
                 Annual money Cash inflow
Rumus tersebut dapat dipergunakan apabila money cash flow adalah sama setiap tahun. Kalau tidak sama maka dapat ditempuh cara lain. Hal ini akan dapat dijelaskan pada contoh di bawah ini.
Contoh :
PT. Wiraswasta berhasrat memilih salah satu antara dua proyek yang tersedia. Investasi awal dari masing-masing proyek tersebut adalah Rp100,- Perkembangan money cash flow setiap tahun adalah sebagai berikut :

Proyek/tahun               1          2          3          4          5
A                             Rp30       30        30        30        30
B                             Rp30       40        40        20        20
Diminta :
Proyek manakah yang dipilih apabila digunakan payback period sebagai metode penilaian?
Jawab :
Pay back period (PBP) dari proyek A dengan mudah dapat ditentukan yaitu sebagai berikut :
PBP     = Rp 100  x 1 tahun
                                    Rp 30
                        = 3 1/3 tahun
                        = 3 tahun 4 bulan
Untuk menghitung payback period dari proyek B rumus di atas tidak dapat digunakan. Cara yang dapat digunakan untuk mengukur pay back period dari proyek B adalah sebagai berikut :

Tahun              0                      1                      2                      3                      4                     5
                        Rp100             Rp30               Rp40               Rp40               Rp20              Rp20

Selama dua tahun proyek B telah dapat merealisasikan Rp70,- money cash flow. Untuk “menutupi” cash out flow atau investasi awal Rp100,- masih diperlukan money cash flow sebanyak Rp30,- (RP100 – Rp70).
Selama tahun ketiga proyek B dapat memberikan money cash flow Rp40,- sedangkan yang diperlukan adalah Rp30,- Dengan demikian lamanya waktu yang diperlukan untuk menghasilkan money cash flow sebesar Rp30,- adalah

Rp 30,-  x 12 bulan = 9 bulan
            Rp 40,-
  
Jadi pay back period dari proyek B adalah 2 tahun 9 bulan. Apabila digunakan payback period untuk memilih salah satu dari proyek A atau proyek B maka yang dipilih adalah proyek B karena dapat mengembalikan investasi awal dengan lebih cepat.

Penerapan capital budgeting dalam keuangan pendidikan
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ini merupakan plafon pendanaan yang dibutuhkan dan harus disediakan serta direncanakan asal dana tersebut didapatkan. RAPBS inilah yang menjadi dasar pengelolaan managemen sekolah. Segala hal yang dilakukan oleh sekolah harus tercantumdi dalam RAPBS tersebut,jika tidak, maka kegiatan tersebut haruslah diprogramkan di tahun depannya. Untuk itulah, maka setiap sekolah menyusun RAPBS sebagai acuan kegiatan yang terkait dengan pendanaan. Sebenarnya, dengan adanya RAPBS ini, sekolah dapat mengeksplorasi kemampuan dirinya dan menyeimbangkan dengan alokasi dana yang ada.
Kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Tujuan manajemen keuangan adalah:

1)      Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah
2)      Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah
3)      Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah

Rabu, 19 November 2014

TIME VALUE OF MONEY


PENGERTIAN
Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.


Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun individu. Dalam perhitungan uang, nilai Rp. 1.000  yang diterima saat ini akan lebih  bernilai atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp. 1.000 yang akan diterima dimasa akan datang. 

MANFAAT
Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya.
Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan akan datang.

METODE-METODE YANG DIGUNAKAN

FUTURE VALUE (nilai yang akan datang)
Adalah nilai uang dimasa yang akan datang dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama jangka waktu tertentu.untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini

            6/05/07                                                                                  6/05/08
                Po                                                                                          FV
       Rp 1,000,000                                                                                   ?
RUMUS

          
         FV = Po (1+i)n
           


Keterangan :
    FV  : Nilai pada masa yang akan datang
    Po   : Nilai pada saat ini
    i      : Tingkat suku bunga
    n     :  Jangka waktu   

atau rumus tersebut dapat disederhanakan dengan melihat tabel:

FV = PV ( FVIF tahun,bunga )

Tabel Future Value ( FVIF ) US $

N
10%
15%
20%
30%
40%
50%
1
1.1000
1.1500
1.2000
1.3000
1.3600
1.4000
2
1.2100
1.3225
1.4400
1.6900
1.8496
1.9600
3
1.3310
1.5209
1.7280
2.1970
2.5155
2.7440
4
1.4641
1.7490
2.0736
2.8561
3.4210
3.8416
5
1.6105
2.0114
2.4883
3.7129
4.6526
5.3782

Contoh :
Sebuah perusahaan memperoleh pinjaman modal dari suatu bank sebesar Rp 5,000,000 untuk mebeli peralatan produksi dengan jangka waktu 5 tahun bunga yang dikenakan sebesar 18 % per tahun berapa jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan tsb pada akhir tahun ke 5?
            FV = Po (1+r)n
            FV = Rp 5,000,000 (1+0.18)5
            FV = Rp 11,438,789
Jadi jumlah yang harus dibayarkan perusahaan kepada bank sebesar Rp 11,438,789


PRESENT VALUE (nilai sekarang)
Adalah nilai uang sekarang yang akan diperoleh atau dibayar dimasa yang akan datang  dengan tingakat suku bunga tertentu pada setiap periode. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

            6/05/07                                                                                        6/05/08
               PV                                                                                               Po
                ?                                                                                       Rp 1,000,000

Rumus :


Keterangan :

            PV  :  Nilai sekarang
            Po  :  NIlai di masa yang akan datang
            r     :  Tingkat suku bunga
            n    :  Jangka waktu.

Atau dengan rumus:
PV = Po ( PVIF i,n )

Keterangan:
PV = nilai sekarang
Po = nilai masa akan datang
i     = tingkat bunga
n    = jangka waktu

Tabel nilai sekarang ( PVIF ) US $
N
10%
15%
20%
30%
40%
50%
1
0.9091
0.8696
0.8333
0.7692
0.7143
0.6667
2
0.8264
0.7561
0.6944
0.5917
0.5102
0.4444
3
0.7513
0.6575
0.5787
0.4552
0.3644
0.2963
4
0.6830
0.5718
0.4823
0.3501
0.2603
0.1975
5
0.6209
0.4972
0.4019
0.2693
0.1859
0.1317


CONTOH :
Tn B akan menerima uang sebesar Rp 40,000,000 pada 6 tahun mendatang. Berapa nilai uang yang akan diterima itu sekarang dengan tingkat bunga 20 % per tahun?

PV  =  Rp 40,000,000  x     
                  =  Rp 13,396,000

Nilai uang Tn B sebesar Rp 40,000,000 yang akan diterima 6 tahun lagi pada tingkat bunga 20 % pada saat sekarang adalah sebesar Rp 13,396,000.

Minggu, 16 November 2014



MANAJEMEN AKTIVA TETAP DAN AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD

·      Pengertian aktiva tetap (fixwed assets/non current assets)
Aktiva tetap/tidak lancar adalah kekayaan perusahaan yang pemakaiannya dalam waktu lama (lebih dari satu periode akuntansi). Aktiva tersebut digunakan sendiri dalam kegiatan normal perusahaan serta mempunyai nilai material (relative besar nilainya).
Yang termasuk aktiva tetap antara lain tanah, gedung/bangunan, mesin-mesin, kendaraan, peralatan toko, peralatan kantor.

Harta kekayaan milik perusahaan yang data diukur dengan jelas dan bersifat permanen. Aktiva tetap dibeli dengan tuuan dipakai sendiri oleh perusahaan dan tidak dijual kembali. Contoh aktiva tetap adalah tanah, bangunan, mesin-mesin, perabot dan peralatan kantor.
Aktiva atau aset adalah harta atau sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang berfungsi dalam operasi perusahaan dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan.
Sedangkan definisi aktiva tetap menurut Financial Accounting Standard Board (FASB) tahun 1985 yaitu “asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang lalu”

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sesuatu dapat dianggap sebagai aset apabila di masa depan dapat memberikan manfaat ekonomi atau net cash inflow bagi perusahaan. Klasifikasi aktiva tetap secara umum terdiri atas:
1.      Aktiva Tetap Berwujud (fixed asset)
2.      Aktiva Tetap Tidak Berwujud (intangible asset)

Contoh dari aktiva tetap berwujud adalah barang-barang atau peralatan yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam aktivitas operasi perusahaan dan masa kegunaannya relatif permanen. Adapun untuk aktiva tetap berwujud yang masa kegunaannya terbatas harus di depresiasi sesuai masa kegunaannya dan penyajian pada neraca sebesar nilai bukunya, nilai buku diperoleh dari harga perolehan dikurangi akumulasi depresinya.
Contoh dari aktiva tetap ini adalah mesin bangungan kendaraan, dll. Harga perolehan aktiva dapat ditentukan berdasarkan prinsip “semua pengeluaran dari awal pembelian hingga aktiva tersebut siap dipakai harus diapitalisasi”. Berikut penjelasan harga perolehan dari beberapa jenis aktiva tetap berwujud:
1.      Tanah
Tanah yang dimanfaatkan untuk aktivitas atau operasional perusahaan akan dicatat pada rekening tanah. Tanah tersebut akan dicatat dalam rekening investasi jangka panjang apabila tanah tersebut tidak digunakan untuk usaha perusahaan. Beriky elemen harga perolehan tanah:
a.       Harga Beli
b.      Biaya Penelitian Tanah
c.       Komisi Pembelian
d.      Bea Balik Nama
e.       Biaya Untuk Merobohkan Bangunan Lama
f.       Iuran-Iuran Atau Pajak Tanah

2.      Gedung dan Bangunan
Gedung atau bangunan yang diperoleh dengan cara dibeli, maka harga perolehannya harus dialokasikan ke dalam tanah dan gedung. Berikut biaya yang dikapitalisasi untuk memperoleh gedung tersebut:
a.       Harga Beli
b.      Komisi Pembelian
c.       Biaya Perbaikan Sebelum Gedung Dimanfaatkan
d.      Pajak-Pajak Pembeliam Yang Menjadi Tanggung Jawa Pembeli
e.       Bea Balik Nama

3.      Mesin Dan Alat-Alat
Harga perolehan dari mesin dan alat-alat diantaranya:
a.       Harga Beli
b.      Biaya Angkut
c.       Pajak-Pajak Yang Menjadi Tanggungan Pembeli
d.      Biaya Pemasangan
e.       Asuransi Ketika Dalam Perjalanan
f.       Biaya Saat Percobaan Mesin

·      Pengertian aktiva tetap tak berwujud (intangible fixed assets)
Hak istimewa yang dimiliki oleh perushaan dan memiliki nilai namun tidak memiliki bentuk fisik. Yang termasuk aktiva tidak berwujud antara lain:
1.      goodwill, yaitu nilai-nilai yang dimiliki perushaan yang timbul karena adanya keistimewaan-keistimewaan tertentu, seperti letak yang sangat strategis dan nama yang sudah sangat terkenal
2.      hak paten, hak yang diberikan kepada perseorangan atau badan usaha untuk menemukan penemuan baru
3.      hak cipta, hak yang diberikan kepada perseorangan atau badan usaha untuk memperbanyak/menjual barang-barang hasil karya/seni
4.      merk dagang, hak yang diberikan kepada pemerintah kepada badan usaha untuk menggunakan nama, cap, atau lambing bagi usahanya
5.      franchise, yaitu hak istimewa yang diperoleh perusahaan/perseorangan dari pihak lain untuk mengkormersilkan produk teknik atau formula tertentu.

Adalah semua aktiva yang tidak dapat disimpan dalam bentuk persediaan dan dipegang bentuknya tetapi dapat dirasakan. Aktiva tidak berwujud ini merupakan hak milik perusahaan dan kepemilikannya dilindungi ileh undang-undang. Contohnya hak cipta, hak paten, merk dagang, hak sewa atau kontrak, hak monopoli.
Berikut ini adalah contoh-contoh aktiva tetap tidak berwujud:
a.      Hak Sewa (Lease Hold)
Adalah hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu (sewa tempat usaha, sewa gedung, sewa mesin) yang biasanya menggunakan kurun waktu tertentu, disahkan oleh pejabat pembuat akte (notaris). Hak sewa dinyatakan sebagai aktiva tetap (tak berwujud) karena dua alasan
(-) Hak sewa memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan, atau dengan kata lain, atas sumber daya (dana) yang dikeluarkan diharapkan hak sewa akan memberikan manfaat kembali (berpotensi menghasilkan kas atau manfaat) di masa yang akan datang.
(-) Manfaat yang akan diterima oleh perusahaan atas kepemilikan hak sewa, akan dinikmati oleh perusahaan untuk periode waktu lebih dari satu tahun buku.

b.      Organization Cost
Adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang terjadi sehubungan dengan set-up perusahaan sebelum beroperasi, contohnya: pembayaran kepada notaris. Pengeluaran ini diakui sebagai perolehan aktiva tak berwujud, karena atas pengeluaran tersebut perusahaan akan memperoleh manfaat yang lebih dari satu tahun buku juga, yaitu selama perusahaan masih beroperasi.

c.       Perijinan (Permit & Licences)
Periijinan adalah hak perusahaan yang diperoleh dari pihak pemerintah baik daerah maupun pusat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu terkait dengan bidang usahanya. Ijin-ijin perusahaan tentu ada jangka waktunya, dan jika masa berlakunya telah habis maka ijin tersebut harus diperpanjang atau diperbaharui. Namun demikian ijin usaha atau aktivitas tertentu atas terkait dengan usaha biasanya memiliki jangka waktu 3 sampai 30 tahun, yang artinya lebih dari satu tahun buku. Untuk itu Ijin diakui sebagai aktiva tetap tak berwujud.

d.      Hak Patent
Hak Patent adalah hak yang diperoleh atas suatu penemuan tertentu. Dimana atas penemuan tersebut, penemu akan memperoleh manfaat tertentu untuk kurun waktu tertentu dan dapat diperpanjang. Penemuan tersebut bisa berupa suatu produk, atau rekayasa, atau formula, atau system, atau cara tertentu.

e.       Merk Dagang (Trade Mark)
Merk Dagang (Trade Mark) yang biasa disingkat TM, adalah hak yang diperoleh atas suatu merk komersial tertentu. Hak ini bisa berupa logo, tulisan, bentuk, symbol, atau kombinasinya, yang mewakili suatu organisasi/perusahaan tertentu.

f.       Hak Penggandaan (Copyright)
Copyright adalah hak yang berikan atas suatu penulisan, baik itu berupa karya ilmiah, puisi, novel, maupun lyric lagu, notasi lagu/irama tertentu, script atau scenario film tertentu. Copyright meliputi hak untuk memperbanyak dan mengedarkannya.

g.      Franchise
Adalah hak yang diperoleh untuk melakukan suatu usaha tertentu, atau memasarkan produknya, sekaligus mengikuti pola usaha, cara pengelolaan, penggunaan logo maupun penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya dimiliki oleh perusahaan yang memberikan hak franchise.

h.      Goodwill
Adalah kelebihana-kelebihan, keistimewaan tertentu yang dimiliki oleh perusahaan, yang oleh karenanya menjadi dinilai lebih oleh pihak lain. Kelebihan/keisitimewaan tersebut bisa karena perusahaan memiliki reputasi manajemen yang sangat bagus, menghasilkan suatu produk unggul yang sulit dicari pesaingnya, letaknya strategis, dan lain-lain.
Catatan penting : 
Goodwill hanya diakui (dibuatkan perkiraan) jika terjadi suatu transaksi, yang mana dalam transaksi tersebut perusahaan dinilai lebih oleh pihak lain. Transaksi yang dimaksudkan bisa berupa : penjualan perusaahaan, bergabung/berhentinya sekutu (anggota persero) baru, merger atau akuisisi.

·      Aktiva/sarana prasana sekolah (SPP)
Aktiva/sarana prasarana sekolah adalah asset yang dimiliki oleh suatu lemabaga sekolah dalam menunjang terjadinya proses pembelajaran siswa dan guru. Sekolah tidak bisa terlepas dari sarana dan prasarana sekolah. Sarana dan prasarana sangat penting dalam dunia pendidikan karena sebagai alat penggerak suatu pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Prasarana dan sarana pendidikan adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolok ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup canggih.

Pengertian Sarana Pendidikan Menurut Ahli
1.      Menurut Ibrahim Bafadal (2003:2), sarana pendidikan adalah “semua perangkatan peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah”.
2.      Wahyuningrum (2004: 5), berpendapat bahwa sarana pendidikan adalah “segala fasilitas yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat meliputi barang bergerak maupun barang tidak bergerak agar tujuan pendidikan tercapai”.

Sarana pendidikan adalah seluruh perangkat alat, bahan, dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan.  Meja dan  kursi anak, papan tulis, alat  peraga,  almari,  buku-buku,  media  pendidikan  (jika  diperlukan  merupakan contoh  sarana  pendidikan.

Sedangkan pengertian sarana pendidikan menurut (Tim Penyusun Pedoman Media Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak, maupun tidak bergerak, agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien

Dapat disimpulkan dari beberapa pendapat di atas, bahwa pengertian sarana pendidikan  adalah segala fasilitas bisa berupa peralatan, bahan dan perabot yang langsung  dipergunakan dalam proses belajar di sekolah. Tentunya semua prasarana dan sarana pendidikan harus dikelola dengan baik, hal ini dinamakan manajemen sarana pendidikan.

Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu dari delapan Standar Pendidikan Nasional sebagai penunjang untuk menjamin lancarnya penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Aset Sekolah terdiri dari dua jenis:
1.      Aset Tidak Bergerak (prasarana) yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.
2.      Aset Bergerak (sarana) terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.
·      Metode penyusutan dan amortisasi
Penyusutan adalah proses alokasi sebagian harga perolehan aktiva menjadi biaya (cost allocation) sehingga biaya tersebut mengurangi laba. Biaya penyusutan adalah biaya yang bukan merupakan biaya yang dikelarkan dari kas (biaya non kas). Penyusutan dilakukan sebagai akibat dari masa manfaat dan aktiva yang dimiliki semakin berkurang. Pengurangan nilai aktiva tesebut dibebankan sebagai biaya secara berangsur-angsur atau porposional.
Menurut akuntansi ada empat factor yang harus diimbangkan dalam perhitungan besarnya biaya penyusutan suatu aktiva, yaitu:
(1)   Nilai Perolehan Aktiva
Nilai perolehan suatu aktiva, yaitu pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan sampai aktiva yang bersangkutan siap dipakai.

(2)   Nilai Residu
Nilai residu adalah nilai sisa aktiva yang ditaksir pada akhir masa pemakaian aktiva diperusahaan. Nilai suatu aktiva kerap kali tidak signifikan dan dapat diabaikan dalam perhitungan jumlah yang dapat disusutkan. Jika nilai sisa signifikan, nilai tersebut diestimasi pada tanggal perolehan atau pada tangal dilakukannya revaluasi aktiva. Dalam perpajakan nilai residu tidak dipertimbangkan.

(3)   Sifat Aktiva
Sifat dan cara penggunaan aktiva dalam kegiatan usaha sangat berpengaruh pada penentuan besarnta biaya penyusutan. Misalnya, mesin atau kendaraan bermotor adalah aktiva yang sifatnya bergerak. Oleh karena itu, cara penyusutannya berbeda dengan penyustan atas gedung bersifat statis.

(4)   Umur Aktiva
Umur aktiva adalah masa pemakaian dalam usaha. Umur aktiva dapat dilihat dari umur teknis dan umur ekonomis. Umr teknis ialah umur aktiva sesuai dengan criteria teknis aktiva. Umur ekonomis ialah jangka waktu pemanfaatannya secara ekonomis . umur ekonomis bisa lebih pendek dari umur teknis. Misalnya mesin yang secara teknis berumur (5) tahun tetapi pada tahun ketiga mesin tersebut sudah ketinggalan jaman, umur ekonomisnya menjadi lebih pendek dari umr teknis.
Penyusutan dan amortisasi adalah alokasi biaya untuk pengeluaran-pengeluaran berupa harta berwujud (untuk penyusutan dan harta tak berwujud (untuk amortisasi) yang mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Pengeluaran-pengeluaran ini tidak dibebankan sekaligus sebagai pengurangan pajak.
Pada dasarnya, penyusutan adalah proses alokasi biaya dan penerapan prinsip-prinsip pembandingan, di mana alokasi biaya perolehan aktiva tetap dilakukan sesuai periode selama penggunaan aktiva tersebut menimbulkan manfaat (masa manfaat); bukan pembebanan biaya sekaligus pada saat aktiva tetap tersebut diperoleh.
Tiga faktor yang menentukan metode penghitungan biaya penyusutan atas aktiva tetap adalah:
1.      Dasar penyusutan:
Mengacu pada selisih antara biaya perolehan aktiva tetap, yang merupakan jumlah aktiva di mana awalnya dicatat dan nilai sisa yang diharapkan.
Dasar penyusutan dicatat sebagai jumlah total biaya depresiasi, total biaya penggunaan aktiva selama periode akuntansi di mana aktiva tersebut dapat digunakan secara normal.
2.      Masa manfaat:
Masa manfaat suatu aktiva adalah periode waktu di mana organisasi mengharapkan aktiva tersebut dapat digunakan dalam proses operasi normal.
Pada dasarnya, penyusutan adalah proses alokasi biaya dan penerapan prinsip-prinsip pembandingan, di mana alokasi biaya perolehan aktiva tetap dilakukan sesuai periode selama penggunaan aktiva tersebut menimbulkan manfaat (masa manfaat)
3.      Pola alokasi biaya:
Pola alokasi biaya biasanya disebut metode depresiasi dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan metode depresiasi dilakukan sistematis dan rasional.

Metode penyusutan yang biasa diterapkan organisasi untuk aktiva tetap adalah metode garis lurus. Penyusutan dialokasikan untuk setiap tahun dengan membagi dasar penyusutan oleh perkiraan masa manfaat aktiva pada tahun sebagai berikut:
1.      Tanah, tidak disusutkan;
2.      Bangunan, disusutkan sebesar 5% per tahun;
3.      Kendaraan, disusutkan sebesar 20% per tahun;
4.      Mesin, disusutkan sebesar 25% per tahun;
5.      Perabot dan Peralatan, disusutkan sebesar 25% per tahun.

Informasi berikut harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan:
1.      Biaya penyusutan untuk periode pelaporan
2.      Saldo atas aktiva pada tanggal neraca
3.      Akumulasi penyusutan pada tanggal neraca.
4.      Penjelasan umum atas metode atau metode-metode yang digunakan untuk menghitung penyusutan atas aktiva tetap.

·      Perhitungan Penyusutan Dan Amortisasi Penerapan Manajemen Aktivas Dalam Keuangan Pendidikan
Metode penyusutan aktiva tetap yang dipeekenankan UU perpajakn dan dasra penyusutan
1.      Metode garis lurus
Dasar penyusutan adalah harga perolehan. Penyusutan dengan garis lurus adalah penyusutan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat yang ditetapkan bagi harta tersebut.
Rumus:
D =
A-S

B

P =
D
X 100%
A
Nbx =
A-(X x D)

Keterangang
D              : besar penyusutan setiap tahun/periode
A              : Harga beli (pokok) aktiva
S               :Harga sisa/residu
n               : Umur Ekonomis/Prodktif
P               : Presentase penyusutan tiap tahun/periode dari harga beli
Nbx          : Nilai buku tahun ke-x

2.      Metode saldo menurun
Dalam penyusutan adalah nilai sisa buku fiscal. Penyusutan dengan metode saldo menurun adalah penyusutan dalam bagian-bagian yang menurun dengan cara menerapkan tariff penyusutan atas nilai sisa buku. Cara perlakuan nilai sisa buku aktiva tetap pada akhir masa manfaat yang disusutkan dengan metode saldo menurun adalah nilai sisad buku suatu aktiva pada masa manfaat yang disusutkan dengan metode saldo menurun harus disusutkan sekaligus.