HAII......
Insya Allah Akan hadir lagi di blog :)
Thedaughter
Rabu, 17 Februari 2016
Minggu, 07 Desember 2014
Pengertian
Harga Pokok Penjualan
Yang
dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan
untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang
dijual. Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan:
·
Sebagai patokan untuk menentukan harga
jual.
·
Untuk mengetahui laba yang diinginkan
perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan
diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok
penjualan akan diperoleh kerugian.
Dalam
metode periodik, catatan persediaan tidak memperlihatkan jumlah tersedia untuk
dijual atau jumlah barang terjual selama periode. Untuk itu banyak perusahaan
lebih menggunakan metode perpetual. Dengan metode ini, persediaan barang dagang
dan harga pokok penjualan dibuat perkiraan tersendiri. Setiap pembelian dan
penjualan barang dagang langsung diakui pada perkiraan persediaan barang dagang
dan perkiraan harga pokok penjualan. Sehingga jumlah barang dagang tersedia untuk
dijual dan jumlah terjual terus-menerus diungkapkan dalam catatan ini.
Perkembangan teknologi telah banyak membantu dalam penerapan metode perpetual.
Setiap jenis produk diberi kode produk dengan bar code (kode bergaris vertikal)
yang akan dibaca pemindai optik dan secara otomatis, komputer akan mencatat
transaksi penjualan, mendebit perkiraan harga pokok penjualan, dan mengkredit
perkiraan persediaan.
Perhitungan Harga Pokok
Penjualan
Harga pokok penjualan (HPP) = persediaan awal + pembelian bersih - persediaan akhir
Berikut
adalah bagan alur perhitungan yang saya buat sedemikian rupa sehingga menjadi
lebih sederhana dan mudah dipahami:
Penjelasan:
Dari bagan di atas jelas terlihat bahwa, alur penghitungan
“Harga Pokok Penjualan” perusahaan manufaktur melalui 4 tahapan, mengikuti alur
produksi, yang terdiri dari:
·
Tahap-1. Perhitungan
“Bahan Baku Yang Digunakan”
·
Tahap-2. Perhitungan
“Total Biaya Produksi”
·
Tahap-3. Perhitungan
“Harga Pokok Produksi”
·
Tahap-4. Pergitungan
“Harga Pokok Penjualan”
Dalam perhitungan Harga
Pokok Penjualan, hal yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah unsur-unsur
yang membentuk HPP. Unsur-unsur yang membentuk Harga Pokok Penjualan
antara lain persediaan awal, persediaan ahir, dan pembelian bersih barang
dagangan. Secara lebih detail tentang unsur-unsur tersebut simaklah
pembahasan berikut ini:
·
Persediaan awal Barang dagangan (initial
inventory)
Persediaan
awal barang dagangan merupakan persediaan barang dagangan yang tersedia pada
awal suatu periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal perusahaan
dagang terdapat pada neraca saldo periode
berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau laporan neraca tahun sebelumnya.
·
Persediaan ahir barang dagangan (end
inventory)
Persediaan
ahir barang dagangan merupakan persediaan barang-barang pada ahir suatu periode
atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan ahir perusahaan akan diketahui dari
data penyesuaian perusahaan pada ahir periode.
·
Pembelian bersih
Pembelian
bersih merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan
baik pembelian barang dagangan secara tunai maupun pembelian barang dagangan
secara kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian tersebut serta dikurangi
dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi.
Minggu, 30 November 2014
Capital Budgeting
Penganggaran investasi
(capital budgeting) adalah keseluruhan aktivitas yang berupa perencanaan
penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat, atau suatu
aktivitas investasi di mana dikeluarkan dana untuk membentuk aktiva produktif
dengan harapan untuk memperoleh manfaat di waktu yang akan datang.
Aktivitas proyek investasi selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan selama jangka
waktu tertentu yang panjang. Setiap usul investasi harus mempunyai periode
tertentu, yakni kapan proyek investasi itu dimulai dan kapan proyek investasi
itu berakhir.
capacity
building sebagai suatu proses yang dapat meningkatkan kemampuan seseorang,
suatu organisasi atau suatu sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang
dicita-citakan, Brown (2001:25)
capacity
building sebagai suatu proses untuk melakukan sesuatu, atau serangkaian
gerakan, perubahan multi level di dalam individu, kelompok-kelompok,
organisasi-organisasi dan sistem-sistem dalam rangka untuk memperkuat kemampuan
penyesuaian individu dan organisasi sehingga dapat tanggap terhadap perubahan
lingkungan yang ada Morison (2001:42)
Payback period
Ciri dari metode penilaian ini
adalah bahwa metode ini menggunakan konsep cash flow sebagai dasar
perhitungannya dan tidak mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.
Dengan menggunakan metode pack
back period sebagai metode penilaian berarti bahwa proyek yang paling cepat
mengembalikan total investasi awal atau investasi permulaan (initial investment
adalah dianggap proyek yang paling baik.
Untuk menetapkan pay back period
yaitu lamanya waktu atau periode yang diperlukan untuk mengembalikan investasi
awal dapat digunakan rumus sebagai berikut :
Payback period (PBP) = Initial
investment________
Annual
money Cash inflow
Rumus tersebut dapat dipergunakan
apabila money cash flow adalah sama setiap tahun. Kalau tidak sama maka dapat
ditempuh cara lain. Hal ini akan dapat dijelaskan pada contoh di bawah ini.
Contoh :
PT. Wiraswasta berhasrat memilih
salah satu antara dua proyek yang tersedia. Investasi awal dari masing-masing
proyek tersebut adalah Rp100,- Perkembangan money cash flow setiap tahun adalah
sebagai berikut :
Proyek/tahun 1 2 3 4 5
A Rp30 30 30 30 30
B Rp30 40 40 20 20
Diminta :
Proyek manakah yang dipilih
apabila digunakan payback period sebagai metode penilaian?
Jawab :
Pay back period (PBP) dari proyek
A dengan mudah dapat ditentukan yaitu sebagai berikut :
PBP = Rp
100 x 1 tahun
Rp
30
=
3 1/3 tahun
=
3 tahun 4 bulan
Untuk menghitung payback period
dari proyek B rumus di atas tidak dapat digunakan. Cara yang dapat digunakan
untuk mengukur pay back period dari proyek B adalah sebagai berikut :
Tahun 0 1 2 3 4 5
Rp100 Rp30 Rp40 Rp40 Rp20 Rp20
Selama dua tahun proyek B telah
dapat merealisasikan Rp70,- money cash flow. Untuk “menutupi” cash out flow
atau investasi awal Rp100,- masih diperlukan money cash flow sebanyak Rp30,-
(RP100 – Rp70).
Selama tahun ketiga proyek B
dapat memberikan money cash flow Rp40,- sedangkan yang diperlukan adalah Rp30,-
Dengan demikian lamanya waktu yang diperlukan untuk menghasilkan money cash
flow sebesar Rp30,- adalah
Rp 30,- x 12 bulan = 9
bulan
Rp
40,-
Penerapan capital
budgeting dalam keuangan pendidikan
Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Sekolah ini merupakan plafon pendanaan yang dibutuhkan
dan harus disediakan serta direncanakan asal dana tersebut didapatkan. RAPBS
inilah yang menjadi dasar pengelolaan managemen sekolah. Segala hal yang
dilakukan oleh sekolah harus tercantumdi dalam RAPBS tersebut,jika tidak, maka
kegiatan tersebut haruslah diprogramkan di tahun depannya. Untuk itulah, maka
setiap sekolah menyusun RAPBS sebagai acuan kegiatan yang terkait dengan
pendanaan. Sebenarnya, dengan adanya RAPBS ini, sekolah dapat mengeksplorasi
kemampuan dirinya dan menyeimbangkan dengan alokasi dana yang ada.
Kebutuhan pendanaan
kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara
transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara
efektif dan efisien. Tujuan manajemen keuangan adalah:
1) Meningkatkan
efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah
2) Meningkatkan
akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah
3) Meminimalkan
penyalahgunaan anggaran sekolah
Rabu, 19 November 2014
TIME
VALUE OF MONEY
PENGERTIAN
Time value of money atau dalam
bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah merupakan suatu konsep yang
menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang
masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang
yang disebabkan karena perbedaaan waktu.
Dalam memperhitungkan, baik nilai
sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita harus mengikutkan panjangnya
waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of money sangat penting
dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun individu. Dalam
perhitungan uang, nilai Rp. 1.000 yang
diterima saat ini akan lebih bernilai atau
lebih tinggi dibandingkan dengan Rp. 1.000 yang akan diterima dimasa akan datang.
MANFAAT
Manfaat time value of money
adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan
keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran.
Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat
memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek
yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun
berikutnya.
Maka sudah jelas time value of
money sangat penting untuk dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan
dibutuhkan untuk kita menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan akan
datang.
METODE-METODE YANG
DIGUNAKAN
FUTURE
VALUE (nilai yang akan datang)
Adalah nilai uang dimasa yang
akan datang dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan
memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama jangka waktu tertentu.untuk
lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini
6/05/07
6/05/08
Rp 1,000,000 ?
RUMUS
|
FV
=
|
Keterangan :
FV :
Nilai pada masa yang akan datang
i
: Tingkat suku bunga
n
: Jangka waktu
atau rumus tersebut dapat disederhanakan dengan
melihat tabel:
FV = PV ( FVIF tahun,bunga )
Tabel Future
Value ( FVIF ) US
$
|
N
|
10%
|
15%
|
20%
|
30%
|
40%
|
50%
|
|
1
|
1.1000
|
1.1500
|
1.2000
|
1.3000
|
1.3600
|
1.4000
|
|
2
|
1.2100
|
1.3225
|
1.4400
|
1.6900
|
1.8496
|
1.9600
|
|
3
|
1.3310
|
1.5209
|
1.7280
|
2.1970
|
2.5155
|
2.7440
|
|
4
|
1.4641
|
1.7490
|
2.0736
|
2.8561
|
3.4210
|
3.8416
|
|
5
|
1.6105
|
2.0114
|
2.4883
|
3.7129
|
4.6526
|
5.3782
|
Contoh :
Sebuah perusahaan memperoleh
pinjaman modal dari suatu bank sebesar Rp 5,000,000 untuk mebeli peralatan
produksi dengan jangka waktu 5 tahun bunga yang dikenakan sebesar 18 % per tahun
berapa jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan tsb pada akhir tahun ke 5?
FV
= Po (1+r)n
FV
= Rp 5,000,000 (1+0.18)5
FV
= Rp 11,438,789
Jadi jumlah yang harus dibayarkan
perusahaan kepada bank sebesar Rp 11,438,789
PRESENT
VALUE (nilai sekarang)
Adalah nilai uang sekarang yang
akan diperoleh atau dibayar dimasa yang akan datang dengan tingakat suku bunga tertentu pada
setiap periode. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.
6/05/07 6/05/08
? Rp
1,000,000
Rumus :
Keterangan :
PV :
Nilai sekarang
r :
Tingkat suku bunga
n :
Jangka waktu.
Atau dengan rumus:
PV = Po ( PVIF i,n )
Keterangan:
PV = nilai sekarang
Po = nilai masa akan datang
i = tingkat bunga
n = jangka waktu
Tabel nilai sekarang ( PVIF ) US $
|
N
|
10%
|
15%
|
20%
|
30%
|
40%
|
50%
|
|
1
|
0.9091
|
0.8696
|
0.8333
|
0.7692
|
0.7143
|
0.6667
|
|
2
|
0.8264
|
0.7561
|
0.6944
|
0.5917
|
0.5102
|
0.4444
|
|
3
|
0.7513
|
0.6575
|
0.5787
|
0.4552
|
0.3644
|
0.2963
|
|
4
|
0.6830
|
0.5718
|
0.4823
|
0.3501
|
0.2603
|
0.1975
|
|
5
|
0.6209
|
0.4972
|
0.4019
|
0.2693
|
0.1859
|
0.1317
|
CONTOH :
Tn B akan menerima uang sebesar
Rp 40,000,000 pada 6 tahun mendatang. Berapa nilai uang yang akan diterima itu
sekarang dengan tingkat bunga 20 % per tahun?
PV = Rp
40,000,000 x
=
Rp 13,396,000
Nilai uang Tn B sebesar Rp
40,000,000 yang akan diterima 6 tahun lagi pada tingkat bunga 20 % pada saat
sekarang adalah sebesar Rp 13,396,000.
Minggu, 16 November 2014
MANAJEMEN AKTIVA TETAP DAN AKTIVA
TETAP TIDAK BERWUJUD
·
Pengertian aktiva tetap (fixwed
assets/non current assets)
Aktiva
tetap/tidak lancar adalah kekayaan perusahaan yang pemakaiannya dalam waktu
lama (lebih dari satu periode akuntansi). Aktiva tersebut digunakan sendiri
dalam kegiatan normal perusahaan serta mempunyai nilai material (relative besar
nilainya).
Yang
termasuk aktiva tetap antara lain tanah, gedung/bangunan, mesin-mesin,
kendaraan, peralatan toko, peralatan kantor.
Harta kekayaan
milik perusahaan yang data diukur dengan jelas dan bersifat permanen. Aktiva
tetap dibeli dengan tuuan dipakai sendiri oleh perusahaan dan tidak dijual
kembali. Contoh aktiva tetap adalah tanah, bangunan, mesin-mesin, perabot dan
peralatan kantor.
Aktiva
atau aset adalah harta atau sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan
yang berfungsi dalam operasi perusahaan dan diharapkan dapat memberikan manfaat
ekonomi di masa depan.
Sedangkan
definisi aktiva tetap menurut Financial Accounting Standard Board (FASB)
tahun 1985 yaitu “asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh
atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat
transaksi atau kejadian yang lalu”
Dari
beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sesuatu dapat dianggap
sebagai aset apabila di masa depan dapat memberikan manfaat ekonomi atau net
cash inflow bagi perusahaan. Klasifikasi aktiva tetap secara umum terdiri atas:
1. Aktiva Tetap Berwujud (fixed asset)
2. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (intangible asset)
Contoh dari aktiva tetap berwujud
adalah barang-barang atau peralatan yang dimiliki perusahaan untuk digunakan
dalam aktivitas operasi perusahaan dan masa kegunaannya relatif permanen.
Adapun untuk aktiva tetap berwujud yang masa kegunaannya terbatas harus di
depresiasi sesuai masa kegunaannya dan penyajian pada neraca sebesar nilai
bukunya, nilai buku diperoleh dari harga perolehan dikurangi akumulasi
depresinya.
Contoh dari aktiva tetap ini adalah
mesin bangungan kendaraan, dll. Harga perolehan aktiva dapat ditentukan
berdasarkan prinsip “semua pengeluaran dari awal pembelian hingga aktiva
tersebut siap dipakai harus diapitalisasi”. Berikut penjelasan harga perolehan
dari beberapa jenis aktiva tetap berwujud:
1.
Tanah
Tanah yang
dimanfaatkan untuk aktivitas atau operasional perusahaan akan dicatat pada
rekening tanah. Tanah tersebut akan dicatat dalam rekening investasi jangka
panjang apabila tanah tersebut tidak digunakan untuk usaha perusahaan. Beriky
elemen harga perolehan tanah:
a.
Harga
Beli
b.
Biaya
Penelitian Tanah
c.
Komisi
Pembelian
d.
Bea
Balik Nama
e.
Biaya
Untuk Merobohkan Bangunan Lama
f.
Iuran-Iuran
Atau Pajak Tanah
2.
Gedung dan Bangunan
Gedung atau
bangunan yang diperoleh dengan cara dibeli, maka harga perolehannya harus
dialokasikan ke dalam tanah dan gedung. Berikut biaya yang dikapitalisasi untuk
memperoleh gedung tersebut:
a.
Harga
Beli
b.
Komisi
Pembelian
c.
Biaya
Perbaikan Sebelum Gedung Dimanfaatkan
d.
Pajak-Pajak
Pembeliam Yang Menjadi Tanggung Jawa Pembeli
e.
Bea
Balik Nama
3. Mesin
Dan Alat-Alat
Harga
perolehan dari mesin dan alat-alat diantaranya:
a.
Harga
Beli
b.
Biaya
Angkut
c.
Pajak-Pajak
Yang Menjadi Tanggungan Pembeli
d.
Biaya
Pemasangan
e.
Asuransi
Ketika Dalam Perjalanan
f.
Biaya
Saat Percobaan Mesin
·
Pengertian aktiva tetap tak berwujud (intangible fixed assets)
Hak istimewa
yang dimiliki oleh perushaan dan memiliki nilai namun tidak memiliki bentuk
fisik. Yang termasuk aktiva tidak berwujud antara lain:
1.
goodwill,
yaitu nilai-nilai yang dimiliki perushaan yang timbul karena adanya
keistimewaan-keistimewaan tertentu, seperti letak yang sangat strategis dan
nama yang sudah sangat terkenal
2.
hak
paten, hak yang diberikan kepada perseorangan atau badan
usaha untuk menemukan penemuan baru
3.
hak
cipta, hak yang diberikan kepada perseorangan atau badan
usaha untuk memperbanyak/menjual barang-barang hasil karya/seni
4.
merk
dagang, hak yang diberikan kepada pemerintah kepada badan
usaha untuk menggunakan nama, cap, atau lambing bagi usahanya
5.
franchise,
yaitu hak istimewa yang diperoleh perusahaan/perseorangan dari pihak lain untuk
mengkormersilkan produk teknik atau formula tertentu.
Adalah semua
aktiva yang tidak dapat disimpan dalam bentuk persediaan dan dipegang bentuknya
tetapi dapat dirasakan. Aktiva tidak berwujud ini merupakan hak milik
perusahaan dan kepemilikannya dilindungi ileh undang-undang. Contohnya hak
cipta, hak paten, merk dagang, hak sewa atau kontrak, hak monopoli.
Berikut ini
adalah contoh-contoh aktiva tetap tidak berwujud:
a.
Hak Sewa (Lease Hold)
Adalah hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu
(sewa tempat usaha, sewa gedung, sewa mesin) yang biasanya menggunakan kurun
waktu tertentu, disahkan oleh pejabat pembuat akte (notaris). Hak sewa
dinyatakan sebagai aktiva tetap (tak berwujud) karena dua alasan
(-) Hak sewa memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan,
atau dengan kata lain, atas sumber daya (dana) yang dikeluarkan diharapkan hak
sewa akan memberikan manfaat kembali (berpotensi menghasilkan kas atau manfaat)
di masa yang akan datang.
(-) Manfaat yang akan diterima oleh perusahaan atas
kepemilikan hak sewa, akan dinikmati oleh perusahaan untuk periode waktu lebih
dari satu tahun buku.
b.
Organization Cost
Adalah pengeluaran-pengeluaran
perusahaan yang terjadi sehubungan dengan set-up perusahaan sebelum beroperasi,
contohnya: pembayaran kepada notaris. Pengeluaran ini diakui sebagai perolehan
aktiva tak berwujud, karena atas pengeluaran tersebut perusahaan akan
memperoleh manfaat yang lebih dari satu tahun buku juga, yaitu selama
perusahaan masih beroperasi.
c.
Perijinan
(Permit & Licences)
Periijinan adalah hak perusahaan
yang diperoleh dari pihak pemerintah baik daerah maupun pusat untuk melakukan
suatu aktivitas tertentu terkait dengan bidang usahanya. Ijin-ijin perusahaan
tentu ada jangka waktunya, dan jika masa berlakunya telah habis maka ijin
tersebut harus diperpanjang atau diperbaharui. Namun demikian ijin usaha atau
aktivitas tertentu atas terkait dengan usaha biasanya memiliki jangka waktu 3
sampai 30 tahun, yang artinya lebih dari satu tahun buku. Untuk itu Ijin diakui
sebagai aktiva tetap tak berwujud.
d.
Hak
Patent
Hak Patent adalah hak yang diperoleh
atas suatu penemuan tertentu. Dimana atas penemuan tersebut, penemu akan
memperoleh manfaat tertentu untuk kurun waktu tertentu dan dapat diperpanjang.
Penemuan tersebut bisa berupa suatu produk, atau rekayasa, atau formula, atau
system, atau cara tertentu.
e. Merk Dagang (Trade Mark)
Merk
Dagang (Trade Mark) yang biasa disingkat TM, adalah hak yang diperoleh atas
suatu merk komersial tertentu. Hak ini bisa berupa logo, tulisan, bentuk,
symbol, atau kombinasinya, yang mewakili suatu organisasi/perusahaan tertentu.
f.
Hak
Penggandaan (Copyright)
Copyright
adalah hak yang berikan atas suatu penulisan, baik itu berupa karya ilmiah,
puisi, novel, maupun lyric lagu, notasi lagu/irama tertentu, script atau
scenario film tertentu. Copyright meliputi hak untuk memperbanyak dan
mengedarkannya.
g.
Franchise
Adalah hak
yang diperoleh untuk melakukan suatu usaha tertentu, atau memasarkan produknya,
sekaligus mengikuti pola usaha, cara pengelolaan, penggunaan logo maupun
penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya dimiliki oleh perusahaan yang
memberikan hak franchise.
h.
Goodwill
Adalah kelebihana-kelebihan,
keistimewaan tertentu yang dimiliki oleh perusahaan, yang oleh karenanya
menjadi dinilai lebih oleh pihak lain. Kelebihan/keisitimewaan tersebut bisa
karena perusahaan memiliki reputasi manajemen yang sangat bagus, menghasilkan
suatu produk unggul yang sulit dicari pesaingnya, letaknya strategis, dan
lain-lain.
Catatan penting : Goodwill hanya diakui (dibuatkan perkiraan) jika terjadi suatu transaksi, yang mana dalam transaksi tersebut perusahaan dinilai lebih oleh pihak lain. Transaksi yang dimaksudkan bisa berupa : penjualan perusaahaan, bergabung/berhentinya sekutu (anggota persero) baru, merger atau akuisisi.
Catatan penting : Goodwill hanya diakui (dibuatkan perkiraan) jika terjadi suatu transaksi, yang mana dalam transaksi tersebut perusahaan dinilai lebih oleh pihak lain. Transaksi yang dimaksudkan bisa berupa : penjualan perusaahaan, bergabung/berhentinya sekutu (anggota persero) baru, merger atau akuisisi.
·
Aktiva/sarana prasana sekolah (SPP)
Aktiva/sarana prasarana sekolah adalah asset
yang dimiliki oleh suatu lemabaga sekolah dalam menunjang terjadinya proses
pembelajaran siswa dan guru. Sekolah tidak bisa terlepas dari sarana dan
prasarana sekolah. Sarana dan prasarana sangat penting
dalam dunia pendidikan karena sebagai
alat penggerak suatu pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna
untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar, baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan. Prasarana dan sarana pendidikan adalah
salah satu sumber daya yang menjadi tolok ukur mutu sekolah dan perlu
peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang cukup canggih.
Pengertian Sarana
Pendidikan Menurut Ahli
1.
Menurut Ibrahim Bafadal (2003:2), sarana pendidikan adalah “semua
perangkatan peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam
proses pendidikan di sekolah”.
2.
Wahyuningrum (2004: 5), berpendapat bahwa sarana pendidikan adalah
“segala fasilitas yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat
meliputi barang bergerak maupun barang tidak bergerak agar tujuan pendidikan
tercapai”.
Sarana pendidikan adalah seluruh
perangkat alat, bahan, dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses
pendidikan. Meja dan kursi anak, papan tulis, alat
peraga, almari, buku-buku, media pendidikan (jika
diperlukan merupakan contoh sarana pendidikan.
Sedangkan pengertian
sarana pendidikan menurut (Tim Penyusun Pedoman Media
Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) adalah semua
fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak,
maupun tidak bergerak, agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan
lancar, teratur, efektif dan efisien
Dapat disimpulkan dari
beberapa pendapat di atas, bahwa pengertian
sarana pendidikan adalah segala fasilitas bisa berupa peralatan, bahan
dan perabot yang langsung dipergunakan dalam proses belajar di sekolah.
Tentunya semua prasarana dan sarana pendidikan harus dikelola dengan baik, hal
ini dinamakan manajemen
sarana pendidikan.
Sarana
dan prasarana pendidikan merupakan salah satu dari delapan Standar Pendidikan
Nasional sebagai penunjang untuk menjamin lancarnya penyelenggaraan Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Aset Sekolah terdiri dari dua jenis:
1. Aset Tidak Bergerak (prasarana)
yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan instalasi daya dan jasa
yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.
2. Aset Bergerak (sarana)
terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber
belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain
yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.
·
Metode penyusutan dan amortisasi
Penyusutan
adalah proses alokasi sebagian harga perolehan aktiva menjadi biaya (cost allocation) sehingga biaya tersebut
mengurangi laba. Biaya penyusutan adalah biaya yang bukan merupakan biaya yang
dikelarkan dari kas (biaya non kas). Penyusutan dilakukan sebagai akibat dari
masa manfaat dan aktiva yang dimiliki semakin berkurang. Pengurangan nilai
aktiva tesebut dibebankan sebagai biaya secara berangsur-angsur atau
porposional.
Menurut
akuntansi ada empat factor yang harus diimbangkan dalam perhitungan besarnya
biaya penyusutan suatu aktiva, yaitu:
(1)
Nilai
Perolehan Aktiva
Nilai perolehan suatu aktiva, yaitu
pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan sampai aktiva yang bersangkutan siap
dipakai.
(2)
Nilai
Residu
Nilai residu adalah nilai sisa aktiva yang ditaksir
pada akhir masa pemakaian aktiva diperusahaan. Nilai suatu aktiva kerap kali
tidak signifikan dan dapat diabaikan dalam perhitungan jumlah yang dapat
disusutkan. Jika nilai sisa signifikan, nilai tersebut diestimasi pada tanggal
perolehan atau pada tangal dilakukannya revaluasi aktiva. Dalam perpajakan
nilai residu tidak dipertimbangkan.
(3)
Sifat
Aktiva
Sifat dan cara penggunaan aktiva dalam kegiatan
usaha sangat berpengaruh pada penentuan besarnta biaya penyusutan. Misalnya,
mesin atau kendaraan bermotor adalah aktiva yang sifatnya bergerak. Oleh karena
itu, cara penyusutannya berbeda dengan penyustan atas gedung bersifat statis.
(4)
Umur
Aktiva
Umur aktiva adalah masa pemakaian dalam usaha. Umur
aktiva dapat dilihat dari umur teknis dan umur ekonomis. Umr teknis ialah umur
aktiva sesuai dengan criteria teknis aktiva. Umur ekonomis ialah jangka waktu
pemanfaatannya secara ekonomis . umur ekonomis bisa lebih pendek dari umur
teknis. Misalnya mesin yang secara teknis berumur (5) tahun tetapi pada tahun
ketiga mesin tersebut sudah ketinggalan jaman, umur ekonomisnya menjadi lebih
pendek dari umr teknis.
Penyusutan dan amortisasi
adalah alokasi biaya untuk pengeluaran-pengeluaran berupa harta berwujud (untuk
penyusutan dan harta tak berwujud (untuk amortisasi) yang mempunyai manfaat
lebih dari satu tahun. Pengeluaran-pengeluaran ini tidak dibebankan sekaligus sebagai
pengurangan pajak.
Pada dasarnya, penyusutan adalah proses alokasi biaya dan
penerapan prinsip-prinsip pembandingan, di mana alokasi biaya perolehan aktiva
tetap dilakukan sesuai periode selama penggunaan aktiva tersebut menimbulkan
manfaat (masa manfaat); bukan pembebanan biaya sekaligus pada saat aktiva tetap
tersebut diperoleh.
Tiga faktor yang menentukan metode penghitungan biaya
penyusutan atas aktiva tetap adalah:
1.
Dasar
penyusutan:
Mengacu pada selisih antara biaya perolehan aktiva tetap, yang
merupakan jumlah aktiva di mana awalnya dicatat dan nilai sisa yang diharapkan.
Dasar penyusutan dicatat sebagai jumlah total biaya
depresiasi, total biaya penggunaan aktiva selama periode akuntansi di mana
aktiva tersebut dapat digunakan secara normal.
2.
Masa
manfaat:
Masa manfaat suatu aktiva adalah periode waktu di mana
organisasi mengharapkan aktiva tersebut dapat digunakan dalam proses operasi
normal.
Pada dasarnya, penyusutan adalah proses alokasi biaya dan
penerapan prinsip-prinsip pembandingan, di mana alokasi biaya perolehan aktiva
tetap dilakukan sesuai periode selama penggunaan aktiva tersebut menimbulkan
manfaat (masa manfaat)
3.
Pola
alokasi biaya:
Pola alokasi biaya biasanya disebut metode depresiasi dan
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan metode depresiasi
dilakukan sistematis dan rasional.
Metode penyusutan yang biasa
diterapkan organisasi untuk aktiva tetap adalah metode garis lurus. Penyusutan
dialokasikan untuk setiap tahun dengan membagi dasar penyusutan oleh perkiraan
masa manfaat aktiva pada tahun sebagai berikut:
1.
Tanah, tidak disusutkan;
2.
Bangunan, disusutkan sebesar 5% per
tahun;
3.
Kendaraan, disusutkan sebesar 20%
per tahun;
4.
Mesin, disusutkan sebesar 25% per
tahun;
5.
Perabot dan Peralatan, disusutkan
sebesar 25% per tahun.
Informasi berikut harus diungkapkan
dalam Catatan atas Laporan Keuangan:
1.
Biaya penyusutan untuk periode
pelaporan
2.
Saldo atas aktiva pada tanggal
neraca
3.
Akumulasi penyusutan pada tanggal
neraca.
4.
Penjelasan umum atas metode atau
metode-metode yang digunakan untuk menghitung penyusutan atas aktiva tetap.
·
Perhitungan Penyusutan Dan Amortisasi Penerapan Manajemen Aktivas
Dalam Keuangan Pendidikan
Metode
penyusutan aktiva tetap yang dipeekenankan UU perpajakn dan dasra penyusutan
1. Metode
garis lurus
Dasar penyusutan adalah harga perolehan. Penyusutan
dengan garis lurus adalah penyusutan dalam bagian-bagian yang sama besar selama
masa manfaat yang ditetapkan bagi harta tersebut.
Rumus:
|
D =
|
A-S
|
|
|
B
|
|
|
|
P =
|
D
|
X 100%
|
|
A
|
||
|
Nbx =
|
A-(X x D)
|
|
Keterangang
D :
besar penyusutan setiap tahun/periode
A :
Harga beli (pokok) aktiva
S :Harga
sisa/residu
n :
Umur Ekonomis/Prodktif
P :
Presentase penyusutan tiap tahun/periode dari harga beli
Nbx :
Nilai buku tahun ke-x
2. Metode
saldo menurun
Dalam penyusutan adalah nilai sisa buku fiscal.
Penyusutan dengan metode saldo menurun adalah penyusutan dalam bagian-bagian
yang menurun dengan cara menerapkan tariff penyusutan atas nilai sisa buku.
Cara perlakuan nilai sisa buku aktiva tetap pada akhir masa manfaat yang disusutkan
dengan metode saldo menurun adalah nilai sisad buku suatu aktiva pada masa
manfaat yang disusutkan dengan metode saldo menurun harus disusutkan sekaligus.
Langganan:
Komentar (Atom)

.jpg)

