Minggu, 07 Desember 2014

 Pengertian Harga Pokok Penjualan
Yang dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual. Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan: 
·         Sebagai patokan untuk menentukan harga jual. 
·         Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian. 
Dalam metode periodik, catatan persediaan tidak memperlihatkan jumlah tersedia untuk dijual atau jumlah barang terjual selama periode. Untuk itu banyak perusahaan lebih menggunakan metode perpetual. Dengan metode ini, persediaan barang dagang dan harga pokok penjualan dibuat perkiraan tersendiri. Setiap pembelian dan penjualan barang dagang langsung diakui pada perkiraan persediaan barang dagang dan perkiraan harga pokok penjualan. Sehingga jumlah barang dagang tersedia untuk dijual dan jumlah terjual terus-menerus diungkapkan dalam catatan ini. Perkembangan teknologi telah banyak membantu dalam penerapan metode perpetual. Setiap jenis produk diberi kode produk dengan bar code (kode bergaris vertikal) yang akan dibaca pemindai optik dan secara otomatis, komputer akan mencatat transaksi penjualan, mendebit perkiraan harga pokok penjualan, dan meng­kredit perkiraan persediaan.
Perhitungan Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan (HPP) = persediaan awal + pembelian bersih - persediaan akhir
Berikut adalah bagan alur perhitungan yang saya buat sedemikian rupa sehingga menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami:




Penjelasan:
Dari bagan di atas jelas terlihat bahwa, alur penghitungan “Harga Pokok Penjualan” perusahaan manufaktur melalui 4 tahapan, mengikuti alur produksi, yang terdiri dari:
·                     Tahap-1. Perhitungan “Bahan Baku Yang Digunakan”
·                     Tahap-2. Perhitungan “Total Biaya Produksi”
·                     Tahap-3. Perhitungan “Harga Pokok Produksi” 
·                     Tahap-4. Pergitungan “Harga Pokok Penjualan” 


Dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan, hal yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah unsur-unsur yang membentuk HPP. Unsur-unsur yang membentuk Harga Pokok Penjualan antara lain persediaan awal, persediaan ahir, dan pembelian bersih barang dagangan. Secara lebih detail tentang unsur-unsur tersebut simaklah pembahasan berikut ini:
·         Persediaan awal Barang dagangan (initial inventory)
Persediaan awal barang dagangan merupakan persediaan barang dagangan yang tersedia pada awal suatu periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal perusahaan dagang terdapat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau laporan neraca tahun sebelumnya.
·         Persediaan ahir barang dagangan (end inventory)
Persediaan ahir barang dagangan merupakan persediaan barang-barang pada ahir suatu periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan ahir perusahaan akan diketahui dari data penyesuaian perusahaan pada ahir periode.
·         Pembelian bersih
Pembelian bersih merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan baik pembelian barang dagangan secara tunai maupun pembelian barang dagangan secara kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian tersebut serta dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar