Pengertian
Harga Pokok Penjualan
Yang
dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan
untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang
dijual. Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan:
·
Sebagai patokan untuk menentukan harga
jual.
·
Untuk mengetahui laba yang diinginkan
perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan
diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok
penjualan akan diperoleh kerugian.
Dalam
metode periodik, catatan persediaan tidak memperlihatkan jumlah tersedia untuk
dijual atau jumlah barang terjual selama periode. Untuk itu banyak perusahaan
lebih menggunakan metode perpetual. Dengan metode ini, persediaan barang dagang
dan harga pokok penjualan dibuat perkiraan tersendiri. Setiap pembelian dan
penjualan barang dagang langsung diakui pada perkiraan persediaan barang dagang
dan perkiraan harga pokok penjualan. Sehingga jumlah barang dagang tersedia untuk
dijual dan jumlah terjual terus-menerus diungkapkan dalam catatan ini.
Perkembangan teknologi telah banyak membantu dalam penerapan metode perpetual.
Setiap jenis produk diberi kode produk dengan bar code (kode bergaris vertikal)
yang akan dibaca pemindai optik dan secara otomatis, komputer akan mencatat
transaksi penjualan, mendebit perkiraan harga pokok penjualan, dan mengkredit
perkiraan persediaan.
Perhitungan Harga Pokok
Penjualan
Harga pokok penjualan (HPP) = persediaan awal + pembelian bersih - persediaan akhir
Berikut
adalah bagan alur perhitungan yang saya buat sedemikian rupa sehingga menjadi
lebih sederhana dan mudah dipahami:
Penjelasan:
Dari bagan di atas jelas terlihat bahwa, alur penghitungan
“Harga Pokok Penjualan” perusahaan manufaktur melalui 4 tahapan, mengikuti alur
produksi, yang terdiri dari:
·
Tahap-1. Perhitungan
“Bahan Baku Yang Digunakan”
·
Tahap-2. Perhitungan
“Total Biaya Produksi”
·
Tahap-3. Perhitungan
“Harga Pokok Produksi”
·
Tahap-4. Pergitungan
“Harga Pokok Penjualan”
Dalam perhitungan Harga
Pokok Penjualan, hal yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah unsur-unsur
yang membentuk HPP. Unsur-unsur yang membentuk Harga Pokok Penjualan
antara lain persediaan awal, persediaan ahir, dan pembelian bersih barang
dagangan. Secara lebih detail tentang unsur-unsur tersebut simaklah
pembahasan berikut ini:
·
Persediaan awal Barang dagangan (initial
inventory)
Persediaan
awal barang dagangan merupakan persediaan barang dagangan yang tersedia pada
awal suatu periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal perusahaan
dagang terdapat pada neraca saldo periode
berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau laporan neraca tahun sebelumnya.
·
Persediaan ahir barang dagangan (end
inventory)
Persediaan
ahir barang dagangan merupakan persediaan barang-barang pada ahir suatu periode
atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan ahir perusahaan akan diketahui dari
data penyesuaian perusahaan pada ahir periode.
·
Pembelian bersih
Pembelian
bersih merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan
baik pembelian barang dagangan secara tunai maupun pembelian barang dagangan
secara kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian tersebut serta dikurangi
dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar