Minggu, 30 November 2014

Capital Budgeting




Penganggaran investasi (capital budgeting) adalah keseluruhan aktivitas yang berupa perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat, atau suatu aktivitas investasi di mana dikeluarkan dana untuk membentuk aktiva produktif dengan harapan untuk memperoleh manfaat di waktu yang akan datang. Aktivitas proyek investasi selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan selama jangka waktu tertentu yang panjang. Setiap usul investasi harus mempunyai periode tertentu, yakni kapan proyek investasi itu dimulai dan kapan proyek investasi itu berakhir.

capacity building sebagai suatu proses yang dapat meningkatkan kemampuan seseorang, suatu organisasi atau suatu sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang dicita-citakan, Brown (2001:25) 

capacity building sebagai suatu proses untuk melakukan sesuatu, atau serangkaian gerakan, perubahan multi level di dalam individu, kelompok-kelompok, organisasi-organisasi dan sistem-sistem dalam rangka untuk memperkuat kemampuan penyesuaian individu dan organisasi sehingga dapat tanggap terhadap perubahan lingkungan yang ada Morison (2001:42) 

Payback period
Ciri dari metode penilaian ini adalah bahwa metode ini menggunakan konsep cash flow sebagai dasar perhitungannya dan tidak mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.
Dengan menggunakan metode pack back period sebagai metode penilaian berarti bahwa proyek yang paling cepat mengembalikan total investasi awal atau investasi permulaan (initial investment adalah dianggap proyek yang paling baik.
Untuk menetapkan pay back period yaitu lamanya waktu atau periode yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal dapat digunakan rumus sebagai berikut :
           
Payback period (PBP)  =  Initial investment________
                 Annual money Cash inflow
Rumus tersebut dapat dipergunakan apabila money cash flow adalah sama setiap tahun. Kalau tidak sama maka dapat ditempuh cara lain. Hal ini akan dapat dijelaskan pada contoh di bawah ini.
Contoh :
PT. Wiraswasta berhasrat memilih salah satu antara dua proyek yang tersedia. Investasi awal dari masing-masing proyek tersebut adalah Rp100,- Perkembangan money cash flow setiap tahun adalah sebagai berikut :

Proyek/tahun               1          2          3          4          5
A                             Rp30       30        30        30        30
B                             Rp30       40        40        20        20
Diminta :
Proyek manakah yang dipilih apabila digunakan payback period sebagai metode penilaian?
Jawab :
Pay back period (PBP) dari proyek A dengan mudah dapat ditentukan yaitu sebagai berikut :
PBP     = Rp 100  x 1 tahun
                                    Rp 30
                        = 3 1/3 tahun
                        = 3 tahun 4 bulan
Untuk menghitung payback period dari proyek B rumus di atas tidak dapat digunakan. Cara yang dapat digunakan untuk mengukur pay back period dari proyek B adalah sebagai berikut :

Tahun              0                      1                      2                      3                      4                     5
                        Rp100             Rp30               Rp40               Rp40               Rp20              Rp20

Selama dua tahun proyek B telah dapat merealisasikan Rp70,- money cash flow. Untuk “menutupi” cash out flow atau investasi awal Rp100,- masih diperlukan money cash flow sebanyak Rp30,- (RP100 – Rp70).
Selama tahun ketiga proyek B dapat memberikan money cash flow Rp40,- sedangkan yang diperlukan adalah Rp30,- Dengan demikian lamanya waktu yang diperlukan untuk menghasilkan money cash flow sebesar Rp30,- adalah

Rp 30,-  x 12 bulan = 9 bulan
            Rp 40,-
  
Jadi pay back period dari proyek B adalah 2 tahun 9 bulan. Apabila digunakan payback period untuk memilih salah satu dari proyek A atau proyek B maka yang dipilih adalah proyek B karena dapat mengembalikan investasi awal dengan lebih cepat.

Penerapan capital budgeting dalam keuangan pendidikan
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ini merupakan plafon pendanaan yang dibutuhkan dan harus disediakan serta direncanakan asal dana tersebut didapatkan. RAPBS inilah yang menjadi dasar pengelolaan managemen sekolah. Segala hal yang dilakukan oleh sekolah harus tercantumdi dalam RAPBS tersebut,jika tidak, maka kegiatan tersebut haruslah diprogramkan di tahun depannya. Untuk itulah, maka setiap sekolah menyusun RAPBS sebagai acuan kegiatan yang terkait dengan pendanaan. Sebenarnya, dengan adanya RAPBS ini, sekolah dapat mengeksplorasi kemampuan dirinya dan menyeimbangkan dengan alokasi dana yang ada.
Kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Tujuan manajemen keuangan adalah:

1)      Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah
2)      Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah
3)      Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar