Capital Budgeting
Penganggaran investasi
(capital budgeting) adalah keseluruhan aktivitas yang berupa perencanaan
penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat, atau suatu
aktivitas investasi di mana dikeluarkan dana untuk membentuk aktiva produktif
dengan harapan untuk memperoleh manfaat di waktu yang akan datang.
Aktivitas proyek investasi selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan selama jangka
waktu tertentu yang panjang. Setiap usul investasi harus mempunyai periode
tertentu, yakni kapan proyek investasi itu dimulai dan kapan proyek investasi
itu berakhir.
capacity
building sebagai suatu proses yang dapat meningkatkan kemampuan seseorang,
suatu organisasi atau suatu sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang
dicita-citakan, Brown (2001:25)
capacity
building sebagai suatu proses untuk melakukan sesuatu, atau serangkaian
gerakan, perubahan multi level di dalam individu, kelompok-kelompok,
organisasi-organisasi dan sistem-sistem dalam rangka untuk memperkuat kemampuan
penyesuaian individu dan organisasi sehingga dapat tanggap terhadap perubahan
lingkungan yang ada Morison (2001:42)
Payback period
Ciri dari metode penilaian ini
adalah bahwa metode ini menggunakan konsep cash flow sebagai dasar
perhitungannya dan tidak mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.
Dengan menggunakan metode pack
back period sebagai metode penilaian berarti bahwa proyek yang paling cepat
mengembalikan total investasi awal atau investasi permulaan (initial investment
adalah dianggap proyek yang paling baik.
Untuk menetapkan pay back period
yaitu lamanya waktu atau periode yang diperlukan untuk mengembalikan investasi
awal dapat digunakan rumus sebagai berikut :
Payback period (PBP) = Initial
investment________
Annual
money Cash inflow
Rumus tersebut dapat dipergunakan
apabila money cash flow adalah sama setiap tahun. Kalau tidak sama maka dapat
ditempuh cara lain. Hal ini akan dapat dijelaskan pada contoh di bawah ini.
Contoh :
PT. Wiraswasta berhasrat memilih
salah satu antara dua proyek yang tersedia. Investasi awal dari masing-masing
proyek tersebut adalah Rp100,- Perkembangan money cash flow setiap tahun adalah
sebagai berikut :
Proyek/tahun 1 2 3 4 5
A Rp30 30 30 30 30
B Rp30 40 40 20 20
Diminta :
Proyek manakah yang dipilih
apabila digunakan payback period sebagai metode penilaian?
Jawab :
Pay back period (PBP) dari proyek
A dengan mudah dapat ditentukan yaitu sebagai berikut :
PBP = Rp
100 x 1 tahun
Rp
30
=
3 1/3 tahun
=
3 tahun 4 bulan
Untuk menghitung payback period
dari proyek B rumus di atas tidak dapat digunakan. Cara yang dapat digunakan
untuk mengukur pay back period dari proyek B adalah sebagai berikut :
Tahun 0 1 2 3 4 5
Rp100 Rp30 Rp40 Rp40 Rp20 Rp20
Selama dua tahun proyek B telah
dapat merealisasikan Rp70,- money cash flow. Untuk “menutupi” cash out flow
atau investasi awal Rp100,- masih diperlukan money cash flow sebanyak Rp30,-
(RP100 – Rp70).
Selama tahun ketiga proyek B
dapat memberikan money cash flow Rp40,- sedangkan yang diperlukan adalah Rp30,-
Dengan demikian lamanya waktu yang diperlukan untuk menghasilkan money cash
flow sebesar Rp30,- adalah
Rp 30,- x 12 bulan = 9
bulan
Rp
40,-
Penerapan capital
budgeting dalam keuangan pendidikan
Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Sekolah ini merupakan plafon pendanaan yang dibutuhkan
dan harus disediakan serta direncanakan asal dana tersebut didapatkan. RAPBS
inilah yang menjadi dasar pengelolaan managemen sekolah. Segala hal yang
dilakukan oleh sekolah harus tercantumdi dalam RAPBS tersebut,jika tidak, maka
kegiatan tersebut haruslah diprogramkan di tahun depannya. Untuk itulah, maka
setiap sekolah menyusun RAPBS sebagai acuan kegiatan yang terkait dengan
pendanaan. Sebenarnya, dengan adanya RAPBS ini, sekolah dapat mengeksplorasi
kemampuan dirinya dan menyeimbangkan dengan alokasi dana yang ada.
Kebutuhan pendanaan
kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara
transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara
efektif dan efisien. Tujuan manajemen keuangan adalah:
1) Meningkatkan
efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah
2) Meningkatkan
akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah
3) Meminimalkan
penyalahgunaan anggaran sekolah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar