Pada
tanggal 22 April 2014, mahasiswa mahsiswi Universita Negeri Jakarta 2012 B
beramai ramai mendatangi sebuah resto makanan di derah Tebet. Dan resto
tersebut bernama “Bakul Tukul” untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Pemasaran Jasa dalam Pendidikan dan Bapak Amril Muhammad selaku dosen kami. Dan
disana kami mengetahui bagaimana cara mendapatkan kepuasan pelanggan dari
narasumber kita yaitu Bapak Bowo selaku pemilik resto “Bakul Tukul”.
Beralamat
jalan Tebet Utara Dalam No.2 Jakarta Selatan Kota Jakarta
Selatan, DKI Jakarta 12870, (021) 83783378.
Fasilitas : Tidak ada
layanan pesan antar, Makan di tempat, Menyediakan Non Vegetarian, Alkohol tidak
tersedia, Wifi, Tempat duduk di luar.
Masakan : Jawa dan
Sunda.
Menu
Harga : IDR 150.000
untuk 2 orang (rata - rata)
Tunai
dan Kartu Kredit diterima
Jam Buka Buka : 11:00 - 24:00
Motto : RASA SEBAKUL HARGA GA MUKUL
Visi : ‘’Bakul Tukul’’ menjadi rumah makan yang
mengglobal.
Misi : menyajikan makanan yang murah meriah dan sehat.
Bakul
Tukul sudah berdiri sejak tahun 2008, Bakul Tukul mempunyai konsep bisa makan sepuasnya
dengan harga yang terjangkau per porsi. Bakul Tukul sendiri ramai dikunjungi
oleh pelanggan pada saat jam makan siang, pengunjung yang suka makan di sini
kebanyakan merupakan orang kantor dan keluarga. Pada saat weekend di Bakul
Tukul menampilkan live music. Bakul Tukul sudah mempunyai banyak pelanggan
tetap. Di tempat ini pun anda bisa melakukan reservasi tempat dan tersedia
meeting room.
Konsep
masakan murah meriah sering dipakai sejumlah restoran di Jakarta. Tak
terkecuali Bakul Tukul. Tapi jangan salah, warung makan ini tak ada kaitannya
dengan pelawak Tukul Arwana lho. Berada di Jalan tebet utara, Jakarta selatan.
Warung makan ini adalah cabang dari Bakul Tukul yang berpusat di Jalan
Boulevard Raya Blok H 4 No 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mengusung kuliner
Tanah Pasundan, Bakul Tukul menghadirkan aneka macam menu khas Bumi Priangan,
seperti sayur asem, aneka ikan bakar, ayam bakar, dan aneka pepes. Terdengar
sederhana memang, tetapi ada satu hal unik di warung makan ini yaitu bisa menambah
nasi sepuasnya tanpa harus merogoh kocek lagi.
Lantas
kenapa dinamakan Bakul Tukul? Meski tak tahu persis ceritanya, Manajer
Operasional Bakul Tukul Tebet, bapak Prabowo, mengatakan nama Bakul Tukul yang
berasal dari bahasa Jawa ini berarti wadah nasi yang berkembang. Ini lantaran
pelanggan bisa menambah nasi sepuasnya. "Kan tukul dalam bahasa Jawa
berarti berkembang, yang jelasnya harga di sini ngga mukul dan satu lagi kami
tidak ada kaitanya dengan pelawak Tukul ya," tuturnya bentuk warung ini pun sangat khas warung makan Sunda pada umumnya. Dengan
bentuk saung yang luasnya sekitar 20 m x 10 m, warung ini mampu menampung sekitar
150 hingga 200 pengunjung.
Ini
lantaran ada 15 meja yang disediakan di lantai bawah dan 12 meja di lantai
atas. Lampu gantung bertutup seperti caping menambah kesan alami yang
dihadirkan warung ini. Apalagi sebagian besar ruang di warung ini terbuka
sehingga angin leluasa masuk. Menu yang ditawarkan memang identik dengan
masakan sunda. Ada aneka ikan baik yang dibakar maupun digoreng, seperti
gurame, mujair, ikan mas, bawal, dan nila. Ada juga menu wajib kuliner sunda
seperti ayam bakar dan sayur asem. Selain menu-menu tersebut masih banyak menu
lain yang ditawarkan di warung ini seperti pepes ikan peda, pepes jamur, pepes tahu,
perkedel jagung, sate udang goreng, cumi bakar, dan lain lain.
Semua
harga menu tersebut cukup terjangkau. Misalnya saja harga ayam goreng Rp 9.000,
sayur asem Rp 3.000, ikan mas bakar Rp 13.000, ikan gurame bakar Rp 23.500,
perkedel jagung Rp 2.500, pepes ikan peda Rp 6.000, dan masih banyak menu yang
lain dengan harga yang tak jauh beda.
Khusus untuk nasi pengelola mematok satu porsi nasi untuk satu orang seharga Rp
4.000. Namun seperti diuraikan di atas, Anda tak perlu membayar lagi jika ingin
menambah nasi sebanyak mungkin. Begitu juga dengan lalap dan sambal yang juga
free alias gratis.
Warung
yang dibuka sejak tujuh bulan lalu ini beroperasi mulai pukul 10.00 hingga
pukul 22.00, khusus weekend jam tutup mundur satu jam atau jam 23.00.
Pelanggan
yang ingin mengadakan acara-acara khusus seperti arisan, ulang tahun, atau
rapat bisa menyewa tempat di warung ini. Khusus lantai atas jika sudah ada
pelanggan yang memesan untuk rapat maka akan ditutup sementara.
Kepuasan
pelanggan. (Customer
Satisfaction)
Pengertian
secara umum mengenai kepuasan atau ketidakpuasan konsumen merupakan
hasil dari adanya perbedaan-perbedaan antara harapan konsumen dengan kinerja yang
dirasakan oleh konsumen tersebut.Dari beragam definisi kepuasan konsumen yang
telah diteliti dan didefinisikan oleh para ahli pemasaran, dapat disimpulkan
bahwa kepuasan konsumen merupakan suatu tanggapan perilaku konsumen berupa
evaluasi purna beli terhadap suatu barang atau jasa yang dirasakannya (kinerja
produk) dibandingkan dengan harapan konsumen.
Kepuasan konsumen ini sangat tergantung pada persepsi dan
harapan konsumen itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan
harapan konsumen ketika melakukan pembelian suatu barang atau jasa adalah
kebutuhan dan keinginan yang dirasakan oleh konsumen tersebut pada saat
melakukan pembelian suatu barang atau jasa, pengalaman masa lalu ketika
mengkonsumsi barang atau jasa tersebut serta pengalaman teman-teman yang telah
mengkonsumsi barang atau jasa tersebut dan periklanan.
Menurut
Kotler (dalam Rangkuti 2003 : 23) kepuasan konsumen adalah : Perasaan senang
atau kecewa seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara prestasi atau
produk yang dirasakan dan yang diharapkannya. Pada dasarnya pengertian kepuasan
konsumen mencakup perbedaan antara tingkat harapan dan kinerja atau hasil yang
dirasakan. Kepuasan konsumen dianggap sebagai suatu tanggapan emosional pada
evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa. Kepuasan konsumen
merupakan evaluasi pembeli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya
sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan timbul apabila
hasil tidak memenuhi harapan. Kepuasan pelanggan menurut Tse & Wilton yang
dikutip oleh Fandy Tjiptono dan Gregorius Chandra (2005 : 198), adalah : Respon
konsumen pada evaluasi persepsi terhadap perbedaan antara ekspektasi awal atau
standar kinerja tertentu dan kinerja aktual produk sebagaimana dipersepsikan
setelah konsumsi produk.
Pelanggan
atau konsumen yang secara kontinu dan berulang kali datang ke suatu tempat yang
sama untuk menggunakan produk atau jasa dapat dikatakan bahwa mereka merasa
puas akan produk atau jasa yang telah diberikan oleh perusahaan. Adanya
perasaan yang lebih yang dirasakan ketika sesuatu hasrat atau keinginan yang
diharapkannya tercapai. Dari berbagai definisi diatas dapat ditarik kesimpulan
bahwa pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara harapan dan
kinerja atau hasil yang dirasakan.
Hubungan
antara kepuasan pelanggan dan pelanggan yang loyal adalah tidak proporsional, contohnya
adalah kepuasan pelanggan yang diranking dengan skala 1-5, yaitu :
- Kepuasan pelanggan pada tingkat sangat rendah (tingkat 1), kemungkinan besar pelanggan akan berpindah meninggalkan perusahaan dan menjelek-jelekkannya.
- Kepuasan pelanggan pada tingkat 2 sampai dengan tingkat 4, pelanggan merasa agak puas,tetapi masih mungkin untuk berpindah ketika suatu penawaran lebih baik muncul.
- Kepuasan pelanggan pada tingkat 5, pelanggan sangat mungkin membeli kembali dan bahkan menyebarluaskan kabar baik tentang perusahaan.Kesenangan atau kepuasan yang tinggi menciptakan suatu ikatan emosional dengan merek atau perusahaan tersebut dan tidak hanya terpaku pada pilihan yang masuk akal saja.
Dengan
teori tersebut penjelasan dari Bapak Bowo “Bakul Tukul” telah melakukan semua
poin, dimana poin kualitas ditunjukkan dalam misinya dengan
sungguh-sungguh mementingkan kualitas karena biar pun harga yang ditawarkan
murah meriah tetapi tetap mengutamakan makanan yang sehat. Untuk poin pelayanan
konsumen ditunjukkan dengan kesungguhan pihak ’’Bakul Tukul’’ yang
menekankan pada kinerja sumber daya manusia karena menurutnya sumber daya
manusia adalah bagian yang paling dominan dalam pemenuhan kepuasan pelanggan.
Sedangkan nilai pelanggan ditunjukkan dengan komitmen ’’Bakul Tukul’’
dalam menjalankan mottonya yaitu RASA SEBAKUL HARGA GA MUKUL. Konsep
masakan murah meriah sering dipakai sejumlah restoran di Jakarta. Tak
terkecuali ‘’Bakul Tukul’’. Menu-menu di sini terdengar sederhana, tetapi ada
satu hal unik di rumah makan ini mengenai nilai pelanggan yaitu Anda bisa
menambah nasi sepuasnya tanpa harus merogoh kocek lagi. Khusus untuk nasi
pengelola mematok satu porsi nasi untuk satu orang seharga Rp 4.000. Namun seperti diuraikan di atas, Anda tak
perlu membayar lagi jika ingin menambah nasi sebanyak mungkin. Begitu juga
dengan lalapan dan sambalnya. Menurutnya lebih baik mendapatkan untung
yang sedikit tetapi memiliki pelanggan yang banyak dibanding mendapatkan untung
yang banyak tetapi memiliki pelanggan yang sedikit karena jika memiliki
pelanggan yang banyak tidak terlalu berpengaruh pada pendapatan jika ada
beberapa pelanggan yang hilang karena masih banyak pelanggan yang lainnya yang
setia. Hal tersebut cocok untuk pelanggan yang ingin mengadakan arisan,
ulang tahun, acara keluarga, atau rapat.
Faktor
Pendorong Terhadap Kepuasan Pelanggan
Faktor-faktor
pendorong kepuasan kepada pelanggan dalam Handi Irawan (2007:37)
- Kualitas Produk, Pelanggan akan merasa puas setelah membeli dan menggunakan produk tersebut yang memiliki kualitas produk baik.
- Harga, Biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting. Akan tetapi biasanya faktor harga bukan menjadi jaminan suatu produk memiliki kualitas yang baik.
- Kualitas Jasa, Pelanggan merasa puas apabila mereka memperoleh jasa yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan dari pegawai maupun karyawan perusahaan.
- Emotional factor, Kepuasannya bukan karena kualitas produk, tetapi harga diri atau nilai sosial yang menjadikan pelanggan puas terhadap merek produk tertentu.
- Biaya atau kemudahan untuk mendapatkan produk atau jasa, Kenyamanan dan efisien dalam mendapatkan suatu produk atau jasa serta mudah mendapatkan jasa produk memberikan nilai tersendiri bagi kepuasan pelanggan.
Pengukuran
Kepuasan Pelanggan, Menurut Kotler (1994) dalam Nasution (2005 : 66 ), ada 4
metode untuk mengukur kepuasan pelanggan, yaitu
- Sistem Keluhan dan Saran, Perusahaan yang berorientasi pada pelanggan (Custimer-Oriented) menyediakan kesempatan seluas-luasnya bagi para pelanggannya untuk menyampaikan saran, kritik, dan keluhan mereka.
- Ghost Shopping, Mempekerjakan beberapa orang yang berperan sebagai pelanggan atau pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam pembelian produk-produk tersebut. Kemudian melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan produk, mengamati dan menilai cara penanganan yang lebih baik.
- Lost Customer Analysis, Perusahaan berusaha menghubungi para pelanggannya yang telah berhenti membeli atau beralih ke perusahaan. Perusahaan berusaha untuk mengamati apa yang menyebakan pelanggan bisa berpindah ke produk atau jasa lain.
- Survei Kepuasan Pelanggan, Survey perusahaan akan memperoleh tanggapan dan umpan balik secara langsung dari pelanggan dan sekaligus juga memberikan tanda positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap para pelanggannya. Pengukuran kepuasan melalui metode ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, sebagai berikut :
a. Directly
reported satisfaction, Melakukan pengukuran secara langsung melalui pertanyaan
tentang tingkat kepuasan pelanggan.
b. Derived
dissatisfaction, Pertanyaan yang diajukan menyangkut dua hal utama, yakni
besarnya harapan pelanggan terhadap atribut tertentu dan besarnya kinerja yang
mereka rasakan.
c. Problem
analysis, Pelanggan diminta untuk menungkapkan masalah yang dihadapi berkaitan
dengan produk atau jasa dan memberikan saran-saran perbaikan.
d. Importance-performance
Analysis, Responden diminta untuk menilai tingkat kepentingan dan tingkat
kinerja perusahaan dalam masing-masing elemen/atribut tersebut.
Manfaat
Pengukuran Kepuasan Pelanggan
Ukuran
kepuasan pelanggan dapat dikategorikan sebagai kurang puas,puas dan sangat
puas.Pengukuran mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat digunakan untuk
beberapa tujuan, yaitu :
- Mempelajari persepsi masing-masing pelanggan terhadap mutu pelayanan yang dicari,diminati dan diterima atau tidak di terima pelanggan,yang akhirnya pelanggan merasa puas dan terus melakukan kerja sama.
- Mengetahui kebutuhan,keinginan, persyaratan, dan harapan pelanggan pada saat sekarang dan masa yang akan datang yang disediakan perusahaan yang sesungguhnya dengan harapan pelanggan atas pelayanan yang diterima.
- Meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan harapan-harapan pelanggan.
- Menyusun rencana kerja dan menyempurnakan kualitas pelayanan dimasa akan datang.
Hasil Dokumentasi :)
Bapak Bowo
Terima Kasih telah membacanya semoga bermanfaat :)














.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar