Rabu, 26 Februari 2014

Pertemuan ke empatt

Membahas tentang "Analisis Lingkungan Pemasaran"


Marketing Environment: The actors and the forces outside marketing that affect marketing management’s ability to develop and maintain successful transactions with its target costumers.

Lingkungan Pemasaran: Para aktor dan kekuatan luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi sukses dengan sasaran pelanggan nya.
Lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Perusahan harus melakukan pengamatan secara terus menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru.

Lingkungan pemasaran di bagi menjadi dua yaitu : Lingkungan Mikro dan Lingkungan Makro.

Lingkungan Mikro à lingkungan ini merupakan pelaku yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya. Lingkungan mikro terdiri dari: Pemasok, Perusahaan, Perantara pemasaran, Pasar pelanggan, Pesaingan, dan Masyarakat.

Company (Perusahaan): Dalam merancang pemasaran, manajemen pemasaran harus memperhitungkan bagian-bagian lain di dalam perusahaan seperti
1.    Top Management, pimpinan harus menentukan kemana arah perusahaan tersebut dan juga menentukan misi, strategi umum, dan kebijakan perusahaan. Rencana pemasaran harus sejalan dan disetujui oleh manajemen puncak.

2. Finance, bagian keuangan berusaha memikirkan cara dan menggunakan dana untuk melaksanakan rencana pemasaran.

3.    Riset & Developmen, riset dan pengembangan merupakan suatu hal yang dilakukan untuk uji coba.

4.    Purchasing, memikirkan mengenai pasokan dan bahan baku.

5.  Manufacturing, bertanggung jawab menghasilkan produk dengan mutu dan jumlah yang dikehendaki.

6.  Accounting, harus mengukur hasil penjualan dan biaya untuk membantu pemasaran mengetahui seberapa jauh usaha mereka mencapai sasaran.


Suplay (Pemasok):  Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa. Pemasok membentuk hubungan penting dalam keseluruhan sistem penghantar nilai perusahaan. Masalah pemasok sangat mempengaruhi pemasaran karena apabila pemasok bermasalah akan mengurangi penjualan perusahaan dan mengurangi nilai kepuasan pelanggan.

Marketing (Pemasaran): Pemasaran membantu perusahaan mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produknya ke pembelian akhir. Pemasaran meliputi penjualan (pedagang grosir dan pengecer), perusahaan distribusi fisik (dimaksudkan membantu perusahaan menyimpan dan memindahkan barang-barang perusahaan dari titik asalnya ke tempat tujuan), agen jasa pemasaran (agen periklanan dan media), dan perantara keuangan.


Customer  (Pelanggan):
  • Customer markets, terdiri dari perorangan dan keuangan yang memberli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.
  • Business markets, membeli barang dan jasa untuk pemrosesan lebih lanjut atau untuk digunakan dalam proses produksi perusahaan.
  •  Reseller markets,  perantara membeli barang dan jasa untuk dijual kembali demi mendapatkan laba.
  • Government markets, terdiri dari badan-badan pemerintar yang membeli barang dan jasa untuk menghasilkan pelayanan umum.
  •  International markets, terdiri dari para pembeli di Negara lain, termasuk konsumen, produsen, penjual perantara, dan pemerintah.


Pesaing: Konsep pemasaran yang berhasil apabila perusahaan dapat menyediakan nilai dan kepuasan pelanggan yang lebih besar dari pada pesaing. Oleh karena itu, perusahan harus menyesuaikan pemasaran dengan kebutuhan konsumen sasaran. Perusahaan juga harus memiliki strategi penawaran yang lebih kuat dari penawaran pesaing dalam pikiran konsumen.

Publics (Masyarakat): Kelompok yang mempunyai potensi kepentingan atau kepentingan nyata atai pengaruh pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Ada tujuh tipe masyarakat:

  •          Financial publics.
  •          Media publics.
  •          Government publics.
  •          Citizen-action publics.
  •          Local publics.
  •          General publics.
  •          Internal publics.


Lingkungan Makro à  Merupakan kekuatan sosial yang lebih besar yang mempengaruhi lingkungan mikro perusahaan. Lingkungan makro ini terdiri: Lingkungan demografis, Ekonomi, Alam, Teknologi, Politik, dan Budaya.

Demographic environment (Lingkungan demografi). Berisikan tentang data kependudukan beserta karakteristik distribusinya. Perusahaan perlu melihat kecendrungan demografi utama dan karakteristiknya karena dapat berimplikasi pada pengambilan keputusan dalam perencanaan pemasaran.
  •          Size.
  •          Density.
  •          Location.
  •          Age.
  •          Gender.
  •          Race.
  •          Occupation.
  •          Other statistic. 

Economic environment (Lingkungan ekonomi). Faktor-faktor yang mempengarui daya beli dan pola pengeluaran konsumen. Suatu bangsa mempunyai tingkat dan distribusi pendapatan yang sangat beragam. Daya beli total tergantung pada pendapatan, harga, tabungan, dan kredit pada wakti yang bersangkutan. Pemasaran harus mengetahui kecendrungan utama dalam pendapatan, dan haru selalu sadar akan adanya pola pembelajaan konsumen yang terus berubah. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
  •          Perubahan pendapatan
  •          Tingkat pengangguran
  •          Perubahan pola konsumsi
  •          Tingkat inflasi
  •          Tingkat suku bunga
  •          Pembangunan ekonomi 

Natural environment (Lingkungan alam). Meliputi sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasaran atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran. Pemasar harus memperhatikan dan mewapadai empat kecendrungan di dalam lingkungan alam, yaitu:
  •          Shortages of raw materials (daya tahan bahan baku)
  •          Increased cost of energy (kenaikan biaya dari sumber daya)
  •   Government intervention in natural resources management (investasi pemerintah mempengaruhi sumber bahan)
  •          Increased pollution (kenaikan atau peningkatan polusi)

Pemasaran perlu memperhatikan hal-hal seperti keterbatasan sumber daya alam. Pelestarian lingkungan dan meningkatnya polusi dan biaya energy untuk penentuan program pemasaran suatu produk. Mislnya dengan adanya isu-isu gerakan hijau untuk perlindungan alam (green marketing), sebaiknya perusahaan menciptakan kemasan produk yang ramah lingkungan.

Technological environment (Lingkungan teknologi). Teknologi merupakan berbagai kekuatan yang menciptakan teknologi baru dan peluang pasar baru.
  •          New technologies (teknologi baru)
  •          Creating new product (menciptakan produk baru atau kreasi)
  •          Market opportunities (peluang pasar)
  •          Fast pace of technological (perubahan kecepatan teknologi)
  •          High r&d budgets (beberapa besar pengeluaran)
  •          Concentration on minor improvement (diawal daru perubahan yang kecil)
  •          Increased regulation (perubahan-perubahan yang diatur)

Perubahan teknologi membawa dampak pad perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pasar. Untuk itu dibutuhkan adanya inovasi penelitian dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan ide-ide kreatif produk baru yang berorientasi pasar karena adanya kebutuhan konsumen yang perlu terpenuhi. Misalnya adanya perkembangan teknologi informasi dan adanya ga hidup yang menuntut kepraktisan menuntut pemasar untuk lebih menawarkan program pemasaran terutama kebijakan pendistribusian produk melalui fasilitas internet atau electronic marketing seperti internet based stores, electronic catalog, video marketing, mail marketing.

Political environment (Lingkungan politik). Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan-perkembangan dalam lingkungan politik. Terdiri dari:
  •          Laws (hukum)
  •          Government agencies (dinas pendidikan)
  •          Pressure group (golongan berpengaruh)
  •          Legislation regulating business (perubahan kebijakan-kebijakan bisnis)
  •          Changing government (perubahan pemerintah)


Cultural environment (Lingkungan budaya). Terdiri dari institusi dan kekuatan lain yang mempengaruhi nilai dasar persepsi, selera, dan perilaku masyarakat. Manusia tumbuh dalam masyarakat tertentu yang membentuk keyakinan dan nilai dasarnya. Karakteristik budaya yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemasaran adalah: keteguhan pad nilai-nilai budaya dan perubahan dalam nilai budaya sekunder.
­         Persistance of cultural values (menjaga atau keutuhan nilai-nilai budaya)
­         Shift in secondary cultural values (kesiapan masyarakat akan datangnya budaya baru)
°         people’s views of them selves (pandangan orang tentang diri mereka sendiri )
°         people’s views of other (pandangan orang lain)
°         people’s views of organizations (pandangan dilihat dari organisasi)
°         people’s views of society (pandangan dilihat dari masyarakat)
°         people’s views of nature (pandangan dilihat dari alam)
°         people’s views of universe (pandangan diliat dari keseluruhan)


  • Pekerjaan manajemen pemasaran itu mempengaruhi dan membangun hubungan pelanggan untuk menciptakan nilai dan kepuasan bagi pelanggan. Kepuasan mereka bergantung pada faktor lingkungan mikro lainnya.
  • Namun marketing manajer tidak bisa mencapai tujuan dengan sendirinya.





Jumat, 21 Februari 2014



Pertemuan Ketigaaaaa Manajemen Pemasaran jasaaa
Tema kita kali ini adalahh "Konsep Dasar Jasa"

Pengertian jasa : Pelayanan semua aktivitas ekonomi yang bukan fisik yang secara umum. Jasa dikonsumsi pada saat di produksi kualitas yang tinggi antara konsumen dengan produsen. Produsen harus lebih aktif dan memberikan (kenyamanan, hiburan, merasa sehat). (Zenthaml and Bitner, 1996).
 Pelayanan adalah kegiatan atau manfaat yang di sediakan oleh kelompok kepada orang lain yang jasa itu bisa jadii berhubungan atau tidak berhubungan yang besifat fisik. (kottler, 1996) Jasa adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau manfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan dalam kondisi ini bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produk fisik. (Andrian Payne) Sedangkan jasa adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya (namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antar pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa dan pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihak-pihak yang terlibat mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi dimana pelanggan sebagai individu tidak berinteraksi langsung dengan perusahan jasa. (Christian Gronross) 

Karateristik:

 Intangibility: Tidak nyata atau abstark
·         Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karma tidak bisa dindentifikasi oleh ke lima indera manusia, seperti: dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum terjadi proses transaksi pembelian.
·         Pelanggan membeli jasa, bisa dikonsumsi tetapi tidak bisa dimiliki
·         Kualitas jasa tampak pada: Tempat, orang, bahan-bahannya, harga, dan simbol
·         Tugas penyedia jasa: (Levit, 1977) managing the evidence, tangibilize the intangible.

 Inseparability: Tidak dapat dipisahkan
Jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang maupun mesin, disamping itu apakah sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud tetap ada.
·         Jasa dijual terlebih dahulu, diproduksi dan dikonsumsi secara bersama
·         Interaksi penyedia dan pelanggan mempengaruhi hasil jasa
·         Kunci sukses pad kualitas penyedia dan keterlibatan pelanggan
·         Fasilitas pendukung dan pemilihan lokasi peyediaan jasa menjadi pertimbangan utama pelanggan

Variability: Berubah-ubah
Jasa dapat mudah berubah-ubah karena jasa ini tergantung pada siapa yang menyajikan, kapan, dan dimana disajikan.
·         Nonstandardized outputà bervariasi bentuk, kualitas, jenis
·         Penyebabnya : kerjasama pelanggan, motivasi penyedia layanan, beban kerja perusahan (Boove, Houston and till, 1995)
·         Upaya menjaga kualitas jasa: investasi personil, standarisasi proses, memantau, kepuasan pelanggan.
·         Costumizationà disai kebutuhan pelanggan

Perishability: Daya tahan
Jasa tidak dapat disimpan dan tidak memiliki daya than yang lama karena sifatnya tergantung dari fluktuasi pennintaan.
·         Komoditas jasa tidak bertahan lama, tidak dapat disimpan
·         Bisa disimpan dalam bentuk reservasi
·         Permintaan pelanggan bervariasi dipengaruhi musim


Macam-macam jasa

Menurut Converse (1992:233), macam-macam jasa seperti yang telah disebutkan diatas, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1.      Personalized services
      Personal services adalah jasa yang sangat mengutamakan pelayanan orang dan perlengkapannya, seperti tukang cukur, salon kecantikan, laundry, foto. Sementara itu, yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasaran jasa antara lain adalah, lokasi yang baik, menyediakan fasilitas dan suasana yang menarik, serta nama baik yang bersangkutan. Dalam marketing personal services diusahakan supaya timbul semacam patronage motive yaitu keinginan untuk menjadi langganan tetap. Contohnya patronage ini bisa timbul di dalam usaha laundries, karena kebersihan, layanan yang ramah tamah serta baik, dan sebagainya.

2.      Financial services
Financial services terdiri dari:

·         Banking services (Bank).
·         Insurance services (Asuransi).
·         Investment securities (Lembaga penanaman modal).

3.      Public utility and Transportation services.
Perusahaan public utility mempunyai monopoli secara alamiah, misalnya perusahaan listrik, air minum. Para pemakainya terdiri dari: Domestic consumer (konsumen lokal), Commercial and office (perkantoran dan perdagangan), Municipalities (kota praja, pemda). Sedangkan dalam transportation services, meliputi: angkutan kereta api, kendaraan umum, pesawat udara, dsb. Pelayanan disini ditujukan untuk angkutan penumpang dan angkutan barang.

4.      Entertainment
      Yang termasuk dalam kelompok ini adalah usaha-usaha dibidang olahraga, bioskop, gedung-gedung pertunjukan, dan usaha-usaha hiburan lainnya. Metode marketing yang dipakai adalah sistem penyaluran langsung dimana karcis dijual di loket-loket.

5.      Hotel services
      Hotel merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan. Dalam hal ini hotel perlu mengadakan kegiatan bersama dengan tempat-tempat rekreasi, hiburan, travel biro, dan sebagainya.

Kunci sukses jasa:
  •  Renewing the service offering (Diperbaruhi)
  • Localizing the point of service system (Ditentukan tempat-tempatnya maksudnya disini Lokalisasi titik sistem pelayanan jasa)
  •  Leveraging the service contract (kesepakatan kontrak jasa)
  • Using information power strategically (manfaat informasi yang strategis)
  • Determining the strategie value of a service business (nilai-nilai strategis apa saja yang dapat dipengaruhi)






Selasa, 11 Februari 2014

Haii Selasa, 11 februari 2014 jam 11.20 telah berlangsung perkuliahan MANAJEMEN PEMASARAN JASA kuliah pertama ini membahas konsep dasar pemasaran Jasa.

Banyak faktor keberhasilan yang membuat bisnis itu sukses:
  • Siapa yang ingin menjadi pelanggan
  •  Memiliki komitmen dalam melaksanakan kegiatannya, seorang pengusaha harus memiliki komitmen yang jelas, terarah, dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan)
  • Memiliki dedikasi tinggi
  •  Mempunyai motivasi untuk memproduksi nilai superior dan menuju kepuasan yang tinggi dari pelanggan.

Marketing: Proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok untuk memperoleh apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan melalui membuat atau mempertukarkan produk dan nilai. Dimana setiap individu atau kelompok medapatkan apa yang dia butuhkan (needs) dan apa yang dia inginkan (wants).

Product: Segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan bisa diperoleh, digunakan atau sesuatu yang di konsumsi itu termasuk objek fisik, pelayanan, orangnya, tempat, lembaga yang mengelolahnya, dan ide-ide.

Product itu memiliki dua jenis:
  • Goods (Tangibels) bisa disentuh
  • Services (Intangiblels) tidak bisa disentuh tetapi bisa dirasakan


Dalam marketing, ada beberapa kata konsep yaitu :
  • Value (nilai)
  • Satisfaction (kepuasan)
  • Quality (kualitas)
  • Exchange (pertukaran)
  •  Transaction (transaksi)
  • Relationship (hubungan)



Filosofi Manajemen Pemasaran:
  • Production Concept, produksi barangnya banyak dan mudah dicari.
  • Product Concept, mengutamakan kualitas barangnya.
  • Selling Concept, dimaksudkan sebagai periklanan dan lain lain.
  • Marketing Concept, mengutamakan kepuasan pelanggan dan mempertimbangkan produknya bagaimana produknya itu bisa bertahan lama.
  • Societal Marketing Concept, kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial sekitar.