Pertemuan Ketigaaaaa Manajemen Pemasaran jasaaa
Tema kita kali ini adalahh
"Konsep Dasar Jasa"
Pengertian jasa :
Pelayanan semua aktivitas ekonomi yang bukan fisik yang secara umum. Jasa
dikonsumsi pada saat di produksi kualitas yang tinggi antara konsumen dengan
produsen. Produsen harus lebih aktif dan memberikan (kenyamanan, hiburan,
merasa sehat). (Zenthaml and Bitner, 1996).
Pelayanan adalah
kegiatan atau manfaat yang di sediakan oleh kelompok kepada orang lain yang
jasa itu bisa jadii berhubungan atau tidak berhubungan yang besifat fisik. (kottler,
1996) Jasa adalah aktivitas
ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau manfaat) intangibel yang
berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau
dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.
Perubahan dalam kondisi ini bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa
memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produk fisik. (Andrian
Payne) Sedangkan jasa adalah
proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya (namun
tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antar pelanggan dan karyawan jasa
dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa dan
pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihak-pihak yang terlibat
mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi dimana
pelanggan sebagai individu tidak berinteraksi langsung dengan perusahan
jasa. (Christian Gronross)
Karateristik:
Intangibility: Tidak nyata atau abstark
· Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karma tidak
bisa dindentifikasi oleh ke lima indera manusia, seperti: dilihat, dirasa,
diraba, didengar, atau dicium sebelum terjadi proses transaksi pembelian.
· Pelanggan membeli jasa, bisa dikonsumsi tetapi
tidak bisa dimiliki
· Kualitas jasa tampak pada: Tempat, orang,
bahan-bahannya, harga, dan simbol
· Tugas penyedia jasa: (Levit, 1977) managing the
evidence, tangibilize the intangible.
Inseparability: Tidak dapat dipisahkan
Jasa tidak dapat
dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang maupun mesin,
disamping itu apakah sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud
tetap ada.
· Jasa dijual terlebih dahulu, diproduksi dan
dikonsumsi secara bersama
· Interaksi penyedia dan pelanggan mempengaruhi
hasil jasa
· Kunci sukses pad kualitas penyedia dan
keterlibatan pelanggan
· Fasilitas pendukung dan pemilihan lokasi
peyediaan jasa menjadi pertimbangan utama pelanggan
Variability: Berubah-ubah
Jasa dapat mudah
berubah-ubah karena jasa ini tergantung pada siapa yang menyajikan, kapan, dan
dimana disajikan.
· Nonstandardized outputà bervariasi bentuk, kualitas, jenis
· Penyebabnya : kerjasama pelanggan, motivasi
penyedia layanan, beban kerja perusahan (Boove, Houston and till, 1995)
· Upaya menjaga kualitas jasa: investasi personil,
standarisasi proses, memantau, kepuasan pelanggan.
· Costumizationà disai kebutuhan pelanggan
Perishability:
Daya tahan
Jasa tidak dapat disimpan dan tidak memiliki daya than yang lama karena sifatnya tergantung dari fluktuasi pennintaan.
Jasa tidak dapat disimpan dan tidak memiliki daya than yang lama karena sifatnya tergantung dari fluktuasi pennintaan.
·
Komoditas jasa tidak bertahan lama,
tidak dapat disimpan
·
Bisa disimpan dalam bentuk reservasi
·
Permintaan pelanggan bervariasi
dipengaruhi musim
Macam-macam jasa
Menurut Converse (1992:233), macam-macam jasa seperti yang telah disebutkan diatas, dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Personalized
services
Personal services adalah jasa yang sangat mengutamakan pelayanan orang dan perlengkapannya, seperti tukang cukur, salon kecantikan, laundry, foto. Sementara itu, yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasaran jasa antara lain adalah, lokasi yang baik, menyediakan fasilitas dan suasana yang menarik, serta nama baik yang bersangkutan. Dalam marketing personal services diusahakan supaya timbul semacam patronage motive yaitu keinginan untuk menjadi langganan tetap. Contohnya patronage ini bisa timbul di dalam usaha laundries, karena kebersihan, layanan yang ramah tamah serta baik, dan sebagainya.
Personal services adalah jasa yang sangat mengutamakan pelayanan orang dan perlengkapannya, seperti tukang cukur, salon kecantikan, laundry, foto. Sementara itu, yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasaran jasa antara lain adalah, lokasi yang baik, menyediakan fasilitas dan suasana yang menarik, serta nama baik yang bersangkutan. Dalam marketing personal services diusahakan supaya timbul semacam patronage motive yaitu keinginan untuk menjadi langganan tetap. Contohnya patronage ini bisa timbul di dalam usaha laundries, karena kebersihan, layanan yang ramah tamah serta baik, dan sebagainya.
2. Financial
services
Financial services terdiri dari:
Financial services terdiri dari:
·
Banking services (Bank).
·
Insurance services (Asuransi).
·
Investment securities (Lembaga penanaman
modal).
3. Public
utility and Transportation services.
Perusahaan public utility mempunyai
monopoli secara alamiah, misalnya perusahaan listrik, air minum. Para
pemakainya terdiri dari: Domestic consumer (konsumen lokal), Commercial and
office (perkantoran dan perdagangan), Municipalities (kota praja, pemda). Sedangkan
dalam transportation services, meliputi: angkutan kereta api, kendaraan umum,
pesawat udara, dsb. Pelayanan disini ditujukan untuk angkutan penumpang dan
angkutan barang.
4. Entertainment
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah usaha-usaha dibidang olahraga, bioskop, gedung-gedung pertunjukan, dan usaha-usaha hiburan lainnya. Metode marketing yang dipakai adalah sistem penyaluran langsung dimana karcis dijual di loket-loket.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah usaha-usaha dibidang olahraga, bioskop, gedung-gedung pertunjukan, dan usaha-usaha hiburan lainnya. Metode marketing yang dipakai adalah sistem penyaluran langsung dimana karcis dijual di loket-loket.
5. Hotel
services
Hotel merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan. Dalam hal ini hotel perlu mengadakan kegiatan bersama dengan tempat-tempat rekreasi, hiburan, travel biro, dan sebagainya.
Hotel merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan. Dalam hal ini hotel perlu mengadakan kegiatan bersama dengan tempat-tempat rekreasi, hiburan, travel biro, dan sebagainya.
Kunci sukses jasa:
- Renewing the service offering (Diperbaruhi)
- Localizing the point of service system (Ditentukan tempat-tempatnya maksudnya disini Lokalisasi titik sistem pelayanan jasa)
- Leveraging the service contract (kesepakatan kontrak jasa)
- Using information power strategically (manfaat informasi yang strategis)
- Determining the strategie value of a service business (nilai-nilai strategis apa saja yang dapat dipengaruhi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar