Jumat, 21 Februari 2014



Pertemuan Ketigaaaaa Manajemen Pemasaran jasaaa
Tema kita kali ini adalahh "Konsep Dasar Jasa"

Pengertian jasa : Pelayanan semua aktivitas ekonomi yang bukan fisik yang secara umum. Jasa dikonsumsi pada saat di produksi kualitas yang tinggi antara konsumen dengan produsen. Produsen harus lebih aktif dan memberikan (kenyamanan, hiburan, merasa sehat). (Zenthaml and Bitner, 1996).
 Pelayanan adalah kegiatan atau manfaat yang di sediakan oleh kelompok kepada orang lain yang jasa itu bisa jadii berhubungan atau tidak berhubungan yang besifat fisik. (kottler, 1996) Jasa adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau manfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan dalam kondisi ini bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produk fisik. (Andrian Payne) Sedangkan jasa adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya (namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antar pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa dan pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihak-pihak yang terlibat mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi dimana pelanggan sebagai individu tidak berinteraksi langsung dengan perusahan jasa. (Christian Gronross) 

Karateristik:

 Intangibility: Tidak nyata atau abstark
·         Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karma tidak bisa dindentifikasi oleh ke lima indera manusia, seperti: dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum terjadi proses transaksi pembelian.
·         Pelanggan membeli jasa, bisa dikonsumsi tetapi tidak bisa dimiliki
·         Kualitas jasa tampak pada: Tempat, orang, bahan-bahannya, harga, dan simbol
·         Tugas penyedia jasa: (Levit, 1977) managing the evidence, tangibilize the intangible.

 Inseparability: Tidak dapat dipisahkan
Jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang maupun mesin, disamping itu apakah sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud tetap ada.
·         Jasa dijual terlebih dahulu, diproduksi dan dikonsumsi secara bersama
·         Interaksi penyedia dan pelanggan mempengaruhi hasil jasa
·         Kunci sukses pad kualitas penyedia dan keterlibatan pelanggan
·         Fasilitas pendukung dan pemilihan lokasi peyediaan jasa menjadi pertimbangan utama pelanggan

Variability: Berubah-ubah
Jasa dapat mudah berubah-ubah karena jasa ini tergantung pada siapa yang menyajikan, kapan, dan dimana disajikan.
·         Nonstandardized outputà bervariasi bentuk, kualitas, jenis
·         Penyebabnya : kerjasama pelanggan, motivasi penyedia layanan, beban kerja perusahan (Boove, Houston and till, 1995)
·         Upaya menjaga kualitas jasa: investasi personil, standarisasi proses, memantau, kepuasan pelanggan.
·         Costumizationà disai kebutuhan pelanggan

Perishability: Daya tahan
Jasa tidak dapat disimpan dan tidak memiliki daya than yang lama karena sifatnya tergantung dari fluktuasi pennintaan.
·         Komoditas jasa tidak bertahan lama, tidak dapat disimpan
·         Bisa disimpan dalam bentuk reservasi
·         Permintaan pelanggan bervariasi dipengaruhi musim


Macam-macam jasa

Menurut Converse (1992:233), macam-macam jasa seperti yang telah disebutkan diatas, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1.      Personalized services
      Personal services adalah jasa yang sangat mengutamakan pelayanan orang dan perlengkapannya, seperti tukang cukur, salon kecantikan, laundry, foto. Sementara itu, yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasaran jasa antara lain adalah, lokasi yang baik, menyediakan fasilitas dan suasana yang menarik, serta nama baik yang bersangkutan. Dalam marketing personal services diusahakan supaya timbul semacam patronage motive yaitu keinginan untuk menjadi langganan tetap. Contohnya patronage ini bisa timbul di dalam usaha laundries, karena kebersihan, layanan yang ramah tamah serta baik, dan sebagainya.

2.      Financial services
Financial services terdiri dari:

·         Banking services (Bank).
·         Insurance services (Asuransi).
·         Investment securities (Lembaga penanaman modal).

3.      Public utility and Transportation services.
Perusahaan public utility mempunyai monopoli secara alamiah, misalnya perusahaan listrik, air minum. Para pemakainya terdiri dari: Domestic consumer (konsumen lokal), Commercial and office (perkantoran dan perdagangan), Municipalities (kota praja, pemda). Sedangkan dalam transportation services, meliputi: angkutan kereta api, kendaraan umum, pesawat udara, dsb. Pelayanan disini ditujukan untuk angkutan penumpang dan angkutan barang.

4.      Entertainment
      Yang termasuk dalam kelompok ini adalah usaha-usaha dibidang olahraga, bioskop, gedung-gedung pertunjukan, dan usaha-usaha hiburan lainnya. Metode marketing yang dipakai adalah sistem penyaluran langsung dimana karcis dijual di loket-loket.

5.      Hotel services
      Hotel merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan. Dalam hal ini hotel perlu mengadakan kegiatan bersama dengan tempat-tempat rekreasi, hiburan, travel biro, dan sebagainya.

Kunci sukses jasa:
  •  Renewing the service offering (Diperbaruhi)
  • Localizing the point of service system (Ditentukan tempat-tempatnya maksudnya disini Lokalisasi titik sistem pelayanan jasa)
  •  Leveraging the service contract (kesepakatan kontrak jasa)
  • Using information power strategically (manfaat informasi yang strategis)
  • Determining the strategie value of a service business (nilai-nilai strategis apa saja yang dapat dipengaruhi)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar